Di sisi lain, Fauzan juga menegaskan sifat inklusif dari sekolah yang dirancang ini. Ia yakin kehadirannya akan memberi dampak positif yang luas, mampu meningkatkan mutu pendidikan di kawasan sekitarnya. Visinya jauh ke depan.
“Ini seperti Presiden menebar benih,” katanya menggambarkan.
“Sebuah benih yang baru akan dipanen 10 sampai 15 tahun mendatang. Ini desain pembangunan jangka panjang, mirip dengan warisan yang ditinggalkan para pendahulu kita.”
Acara intinya sendiri dipimpin langsung oleh Bupati Mempawah, Erlina. Ia secara resmi menyerahkan sertifikat lahan seluas 234.558 meter persegi atau hampir 24 hektare untuk pembangunan sekolah tersebut.
Rencananya, pembangunan Sekolah Unggulan Garuda akan dimulai pada tahun 2026. Lokasinya sudah ditetapkan Kemendikti Saintek, yaitu di Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur.
Tak hanya pemerintah kabupaten, Pemprov Kalimantan Barat pun ikut mendukung. Dukungan itu akan diwujudkan melalui penyediaan berbagai fasilitas dan sarana penunjang lainnya. Semua bergerak untuk mewujudkan satu visi yang sama.
Artikel Terkait
KPK Cabut Status Tahanan Rumah, Yaqut Kembali ke Rutan
Ambulans Terjebak Macet Parah di Jalur Cibadak Akibat Motor Ngeblong
Tudingan Jual Beli SK Kepengurusan Rp5 Miliar Guncang KNPI Sulsel
Foto Viral Pengisian Jerigen Solar Subsidi di SPBU Sinjai Picut Kecaman Warga