Bayangkan bisa tahu ke mana saja uang perusahaan mengalir, kapan saja, dengan beberapa klik saja. Itulah inti dari software spend management. Intinya, solusi digital ini membantu bisnis mengelola dan mengontrol pengeluaran mereka. Tujuannya jelas: efisiensi. Dengan alat yang tepat, memantau transaksi, mengelola anggaran, dan menciptakan transparansi dalam proses keuangan jadi jauh lebih mudah.
Di sisi lain, bagi banyak perusahaan di Indonesia, menjaga stabilitas keuangan bukan lagi sekadar pilihan, tapi kebutuhan. Pemborosan anggaran bisa terjadi di mana saja, seringkali tanpa disadari. Nah, di sinilah sistem pengelolaan pengeluaran menjadi krusial. Kabar baiknya, sekarang sudah banyak platform yang menawarkan fitur-fitur canggih, dirancang khusus untuk menjawab tantangan bisnis lokal.
Beberapa Pilihan Software Spend Management yang Layak Dipertimbangkan
Lalu, platform mana yang cocok? Berikut beberapa rekomendasi yang beredar di pasaran, masing-masing dengan keunggulannya sendiri.
1. Mekari Expense
Mekari Expense hadir sebagai bagian dari ekosistem digital Mekari. Software ini menawarkan visibilitas pengeluaran secara real-time, yang memungkinkan Anda menjaga kesehatan arus kas. Yang menarik, sistemnya memungkinkan pengaturan anggaran dan limit transaksi, sebuah fitur yang efektif untuk mencegah overspending.
Secara garis besar, platform ini punya empat modul inti: Travel & Expense, Account Payable, Procurement, dan Spend Control yang mencakup Virtual Corporate Card.
Alur persetujuannya bisa disesuaikan dengan struktur organisasi, aman dan berlapis. Untuk urusan teknis, Mekari Expense mendukung transaksi dalam Rupiah dan mata uang asing, sekaligus mengakomodasi regulasi lokal. Integrasinya dengan software lain dari Mekari, seperti Jurnal dan Talenta, juga jadi nilai tambah yang signifikan.
2. ExpenseMonkey
Kalau yang satu ini fokusnya pada pengelolaan pengeluaran operasional agar lebih terstruktur. Dasbor terpusatnya memberikan kemudahan untuk memantau dan menganalisis pengeluaran perusahaan secara langsung.
Anda bisa mengatur anggaran per divisi atau proyek, menetapkan limit, dan menggunakan sistem persetujuan berjenjang. Kelebihan lainnya? ExpenseMonkey dikenal cukup mudah diintegrasikan dengan sistem akuntansi yang sudah ada, mengurangi kebutuhan input data berulang. Platform ini juga sudah ramah dengan operasional bisnis di Indonesia.
3. Zoho Expense
Ini solusi yang lebih global, tapi sudah banyak dipakai di sini. Zoho Expense terkenal dengan pelacakan pengeluaran otomatis, misalnya lewat pemindaian struk digital. Sistemnya memberikan fleksibilitas untuk mengatur kebijakan dan limit pengeluaran sesuai kebutuhan perusahaan.
Fitur pelaporan dan audit trail-nya cukup komprehensif, memudahkan tim keuangan melakukan review. Plus, kemampuannya berintegrasi dengan berbagai software ERP dan akuntansi lain membuatnya cocok untuk sistem yang kompleks.
4. SAP Concur
Nah, untuk perusahaan skala besar dengan kebutuhan korporat yang mumpuni, SAP Concur sering jadi andalan. Platform ini menggabungkan pengelolaan perjalanan dinas, pengeluaran, dan pembelian dalam satu tempat.
Dasbor analitiknya kuat, membantu Anda mengidentifikasi pola dan potensi pemborosan. Kontrol anggaran real-time dan sistem untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan internal adalah daya tarik utamanya. Cocok sekali untuk perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia.
5. Aspire
Berbasis di Asia Tenggara, Aspire menawarkan solusi lengkap mulai dari corporate card, pelacakan otomatis, hingga pembuatan anggaran per divisi. Ide dasarnya sederhana: kelola semua pengeluaran tim dalam satu sistem untuk menghilangkan proses manual yang bertele-tele.
Kelebihannya ada pada fleksibilitas mengatur limit kartu dan persetujuan real-time. Laporannya pun bisa disusun dengan cepat. Integrasi dengan Xero atau QuickBooks mempermudah sinkronisasi data untuk keperluan audit.
Pada akhirnya, memilih software yang tepat memang perlu pertimbangan matang. Bukan cuma soal fitur teknis, tapi juga seberapa baik platform itu berintegrasi dengan sistem yang sudah jalan, dan tentu saja, kepatuhannya terhadap regulasi lokal. Dengan pilihan yang tepat, setiap pengeluaran bisa memberikan nilai tambah yang maksimal bagi kelangsungan bisnis.
Artikel Terkait
Abdul Hayat Gani Pimpin Perindo Sulsel, Komitmen Tinggalkan Kepemimpinan Transaksional
Polda Kalbar Musnahkan 12 Kilogram Sabu Hasil Pengungkapan Jaringan Narkoba
Mahfud MD Apresiasi Prabowo Undang Tokoh Kritis untuk Jembatani Kesenjangan Informasi
PBNU Tetapkan Jadwal Munas, Konbes, dan Muktamar ke-35 pada 2026