Sabtu lalu, objek wisata Air Panas Pancuran 13 Guci di Tegal diterjang banjir bandang. Kejadiannya cukup parah, sampai-sampai viral di media sosial. Menurut Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, penyebab utamanya sederhana tapi dahsyat: curah hujan dengan intensitas yang sangat tinggi.
“Curah hujan intensitas tinggi,” jelas Bergas saat dikonfirmasi via telepon, Minggu (21/12).
Nah, dampaknya ternyata nggak cuma genangan air. Arus deras itu juga menyebabkan kerusakan pada infrastruktur vital di lokasi. Pipa-pipa yang menyuplai air panas ke vila-vila sekitar pun ikut menjadi korban.
“Pipa pada copot. Di video yang viral banyak pipa-pipa hanyut,” ujar Bergas menggambarkan situasi saat itu.
Di tengah kerusakan yang terlihat cukup serius, ada kabar baik. Bergas memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Permukiman warga di sekitarnya pun dilaporkan aman, tidak ikut terdampak banjir bandang.
Menyikapi kejadian itu, pengelola langsung menutup akses ke objek wisata. Meski banjirnya sudah mulai surut, kerusakan yang ditinggalkan ternyata signifikan.
“Banjir mulai reda tapi jembatan terbawa arus banjir dan Pemandian Pancuran 13 rusak parah,” tuturnya.
Jadi, saat ini kondisi lokasi masih dalam proses pemulihan. Jembatan hilang, fasilitas pemandian rusak berat pemandian air panas itu jelas butuh waktu untuk bisa beroperasi kembali seperti sedia kala.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 1,24% ke 8.131, Analis Soroti Peluang dan Kewaspadaan
Tiga Remaja Tewas Tertindas Truk Saat Menyalip di Jalur Pantura Probolinggo
Kapolri Tegaskan Polri Pantau dan Tangani Praktik Saham Gorengan
KPK Amankan USD 50 Ribu dalam Penggeledahan Kasus Suap Sengketa Lahan di PN Depok