“Hati-hati dengan itu,” jelasnya. “Sebagai Muslim, kita punya prinsip bahwa hanya Islam yang diridhai Allah.”
Lantas, bagaimana sikap yang tepat?
“Kita sudah biasa bertoleransi dalam muamalah, dalam urusan sosial sehari-hari,” tambah Kiai Chaerul. “Akan tetapi, dalam soal akidah, kita tidak boleh ikut-ikutan. Silahkan mereka merayakan agamanya dengan tenang. Prinsipnya, jangan sampai saling mengganggu.”
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa umat Islam telah memiliki pedoman jelas. Prinsip “lakum dinukum waliadin” – untukmu agamamu, untukku agamaku – menjadi pegangan.
“Itulah prinsip yang diajarkan Rasulullah dalam bersikap kepada pemeluk agama lain,” tandasnya menutup penjelasan.
Artikel Terkait
Pengeroyokan Guru di Jambi: Alarm Keras bagi Nalar dan Peradaban
Jet Tempur AS Tembak Jatuh Drone Iran di Dekat Kapal Induk, Ketegangan Laut Arab Kembali Meningkat
Bahasa Isyarat: Ketika Diam Bicara dan Gerakan Menyair
Indonesia Siap Bangun Kampung Haji Eksklusif di Dekat Masjidil Haram