Di kantor DPP Golkar, Sabtu lalu, suasana terasa cukup hangat. Ketua Umum partai, Bahlil Lahadalia, menyampaikan pesan yang terdengar lugas namun penuh makna. Ia meminta para senior partai, terutama yang pernah menduduki posisi ketua umum, untuk tidak terus-menerus "merasa" masih memegang jabatan itu. Menurut Bahlil, sudah waktunya memberi ruang dan kesempatan lebih luas pada generasi muda Golkar untuk berkontribusi.
"Setiap pemimpin ada masanya, setiap masa ada pemimpinnya. Betul kan, Pak Agung?" ujarnya, menyebut nama Wakil Ketua Umum Agung Laksono.
Nada bicaranya tegas namun cair. "Jangan sampai slogan cuma buat senior saja. Giliran adik-adik yang jadi ketua umum, masih ada yang merasa terus jadi ketua umum. Enggak boleh, ya. Enggak boleh, no, no, no."
Ia kemudian menegaskan kembali poin utamanya. "Begitu kita memimpin, masih terus merasa ketua umum? Gimana, enggak bisa. Ini adalah generasi baru Golkar. Titik."
Di sisi lain, Bahlil juga mengajak semua kader, khususnya anak muda, untuk bersatu. Tujuannya jelas: agar suara Golkar di Pemilu 2029 nanti bisa lebih gemuruh lagi. Kolaborasi, katanya, adalah kunci.
"Kalau marwah partai ini kita tegakkan, harga diri semua kader juga akan berdiri tegak. Makanya, butuh sinergi. Butuh saling memahami," tegasnya.
Pesan terakhirnya bahkan lebih keras. Bahlil menegaskan tak akan membiarkan siapapun individu atau kelompok menghambat langkah partai. Ia berjanji akan menghadapi segala bentuk rintangan itu.
"Untuk itu, saya siap mewakafkan diri, moril maupun materil, buat menghadapi siapa pun yang coba menahan laju tujuan partai ini," pungkas Bahlil dengan nada mantap.
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Komplotan Pembobol Rumah Lintas Provinsi, Incar Rumah Kosong dengan Ciri Lampu Teras Menyala
Garuda Muda Kalahkan China 1-0 di Laga Perdana Piala Asia U-17 2026
Arsenal Vs Atletico Madrid: Laga Penentuan Tiket Final Liga Champions di Emirates
Paus Sperma 15 Meter Terdampar Mati di Pantai Jembrana Bali