Di kantor DPP Golkar, Sabtu lalu, suasana terasa cukup hangat. Ketua Umum partai, Bahlil Lahadalia, menyampaikan pesan yang terdengar lugas namun penuh makna. Ia meminta para senior partai, terutama yang pernah menduduki posisi ketua umum, untuk tidak terus-menerus "merasa" masih memegang jabatan itu. Menurut Bahlil, sudah waktunya memberi ruang dan kesempatan lebih luas pada generasi muda Golkar untuk berkontribusi.
"Setiap pemimpin ada masanya, setiap masa ada pemimpinnya. Betul kan, Pak Agung?" ujarnya, menyebut nama Wakil Ketua Umum Agung Laksono.
Nada bicaranya tegas namun cair. "Jangan sampai slogan cuma buat senior saja. Giliran adik-adik yang jadi ketua umum, masih ada yang merasa terus jadi ketua umum. Enggak boleh, ya. Enggak boleh, no, no, no."
Ia kemudian menegaskan kembali poin utamanya. "Begitu kita memimpin, masih terus merasa ketua umum? Gimana, enggak bisa. Ini adalah generasi baru Golkar. Titik."
Artikel Terkait
Pelaku Diduga Kabur ke Gunung Kidul, Polisi Buru Anak Korban Pembunuhan Ibu Sendiri
Prabowo Jelaskan Langkah Indonesia di Dewan Perdamaian AS, Dapat Dukungan Penuh Ormas Islam
Rocky Gerung Soroti Republik Tanpa Jiwa: Hanya Bentuk, Isinya Feodalisme
BMKG Waspadai Bibit Siklon Tropis 94W yang Mengancam Indonesia Timur