tutur Choirul Mustofa, yang biasa disapa Choi. W melahirkan sendirian di kamar mandi rumah kontrakan itu, pada Kamis dini hari sekitar pukul dua.
Klaim Bayi Tak Bernyawa
Dalam pengakuannya, W menyebut bayi yang dilahirkannya sudah tak bernyawa. Panik dan ketakutan mengambil alih akal sehatnya. Di tengah kegelapan, ia mengambil cangkul dan menguburkan bayi itu di halaman rumah.
“Pengakuan W sekitar pukul 2 dini hari, dia melahirkan bayi tersebut di kamar mandi rumah kontrakan dan menurut dia keadaan bayi sudah meninggal dan karena takut ketahuan, akhirnya mengambil cangkul dan mengubur bayi tersebut,”
jelas Choi lebih rinci. Namun begitu, klaim ini tentu masih perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan medis yang lebih seksama.
Mengingat kasus ini melibatkan perempuan dan anak di bawah umur, penanganannya kini dialihkan. Choi menyatakan bahwa proses hukum selanjutnya akan ditangani oleh Satres PPA Polres Malang. Sebuah akhir yang suram dari sebuah awal yang penuh rahasia dan tekanan.
Artikel Terkait
Pemprov Kaltim Pastikan Dana Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Dikembalikan
PSSI Umumkan 24 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series, Klok dan Egy Tak Masuk
Kakak Ipar Ancam Pakai Parang, Korban Tewas Jatuh Saat Kabur di Makassar
Wali Kota Makassar Ajak Warga Pererat Silaturahmi di Idul Fitri