Presiden Prabowo dan Menteri PU Tinjau Huntara Korban Banjir Usai Salat Id di Aceh Tamiang

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:50 WIB
Presiden Prabowo dan Menteri PU Tinjau Huntara Korban Banjir Usai Salat Id di Aceh Tamiang

Sabtu pagi itu, udara di Aceh Tamiang terasa berbeda. Di Masjid Darussalam, Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah. Yang menarik perhatian, di sampingnya selalu ada Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, setia mendampingi.

Dody tampak mengenakan baju koko putih bersih dan peci. Usai salat, ia tak langsung pergi. Dengan santai, menteri itu menghampiri barisan jemaah, menyapa dan bersalaman dengan warga yang hadir. Rasanya seperti tetangga yang ikut bersilahturahmi, bukan sekadar pejabat yang datang formalitas.

Kedatangan mereka ternyata bukan cuma untuk urusan seremonial belaka. Di sisi lain, bagi warga Aceh Tamiang, kehadiran ini punya arti lebih. Pasalnya, hunian sementara atau huntara yang dibangun Kementerian PU akhirnya sudah bisa ditinggali korban banjir. Bencana itu memang telah berlalu, tapi jejaknya masih terasa. Nah, huntara itulah yang kini menjadi tempat berteduh.

Seorang warga, Reno, mengungkapkan perasaannya.

"Atas kedatangan Presiden dan Menteri PU kami sangat senang dan bahagia. Artinya mereka mau bersama kami disini dan melihat penderitaan kami," ucapnya.

Suaranya terdengar haru. Meski tinggal di huntara, Reno mengaku masih bisa bersyukur. Lebaran tahun ini tetap bisa dirayakan bersama keluarga, meski atap di atas kepala masih bersifat sementara. Ia berharap, pembangunan hunian tetap bisa segera direalisasikan.

"Meskipun kena bencana kemaren, kami tetap bersyukur karena dari Pemerintah melalui Kementerian PU telah membuat hunian sementara. Kami tetap bersyukur atas huniaan tersebut," ungkapnya lagi.

Pendapat serupa datang dari Hengky, warga lainnya. Ia melihat kedatangan Prabowo dan Dody bukan sebagai kunjungan biasa. Bagi dia, ini adalah simbol solidaritas yang nyata.

"Mereka datang bukan hanya melaksanakan salat Id di Aceh Tamiang tapi ingin melihat situasi dan keadaan kami disini," kata Hengky.

Jadi, pagi itu di Aceh Tamiang, nuansa religius dan kepedulian sosial berbaur. Dari balik senyum dan salam, terselip harapan baru bahwa perhatian pemerintah tidak berhenti di hari raya saja. Langkah mereka menjenguk langsung, setidaknya, telah memberi sedikit kehangatan di tengah suasana yang masih dalam proses pulih.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar