Kemensos dan Bappenas Pacu Pemberdayaan, 400 Ribu Keluarga Ditargetkan Lepas dari Bansos

- Selasa, 16 Desember 2025 | 17:35 WIB
Kemensos dan Bappenas Pacu Pemberdayaan, 400 Ribu Keluarga Ditargetkan Lepas dari Bansos

Di Ruang Rapat Lantai 6 Kemensos, suasana pagi ini cukup padat. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono bertemu dengan Deputi Bappenas, Maliki, beserta jajarannya. Pertemuan ini intinya membahas satu hal besar: bagaimana caranya mengentaskan kemiskinan lewat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar bagi-bagi bantuan.

Agus Jabo langsung menegaskan komitmennya. Dia bilang, ada perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menekan angka kemiskinan nasional di bawah 5 persen pada 2029. Target yang lebih dekat? Menghapus kemiskinan ekstrem sampai nol persen di 2026. “Kebijakan ini harus dieksekusi secara konkret,” tegasnya. Artinya, program yang dijalankan harus tepat sasaran dan dampaknya langsung terasa.

Menurut Jabo, saat ini Kemensos fokus pada tiga hal. Pemutakhiran data tunggal sosial-ekonomi bersama BPS jadi prioritas pertama, biar bansos nggak salah alamat. Lalu, penguatan Sekolah Rakyat. Yang ketiga, ya itu tadi, pengentasan kemiskinan lewat pemberdayaan.

“Skema kita ada dua,” jelas Agus Jabo, Selasa (16/12/2025).

“Pertama, lewat jalur graduasi yang dilakukan pendamping PKH. Pak Menteri memerintahkan di 2026 nanti 400 ribu KPM harus tergraduasi. Satu pendamping ditargetkan minimal bisa menggraduasi 10 KPM.”

“Kedua, lewat program Kampung Berdaya Kemensos. Di sini kita banyak berkolaborasi dengan pihak lain,” tambahnya.

Program Kampung Berdaya itu sendiri sudah dimulai di sembilan desa. Mulai dari Pesodongan di Wonosobo, Kalisalak di Banyumas, sampai Kepuhsari di Wonogiri. Hasilnya? Jabo bilang cukup menggembirakan.

“Dari 9 desa tadi, kita berhasil menggraduasi 300 KPM PKH. Mereka naik kelas, berani keluar dari bansos dan PKH. Pengalaman setahun ini membuktikan cara kita efektif,” katanya dengan nada optimis.

Kunci keberhasilannya ternyata sederhana: menyesuaikan dengan potensi lokal. Di daerah wisata, fokusnya ke penguatan pariwisata. Di tempat lain, Kemensos jalin kerjasama dengan swasta untuk kembangkan produk unggulan. Ambil contoh Desa Kalisalak di Banyumas. Di sana, mereka kolaborasi dengan PT MAP buat kerajinan dari enceng gondok. Hasilnya? Tembus pasar ekspor.


Halaman:

Komentar