Kemensos dan Bappenas Pacu Pemberdayaan, 400 Ribu Keluarga Ditargetkan Lepas dari Bansos

- Selasa, 16 Desember 2025 | 17:35 WIB
Kemensos dan Bappenas Pacu Pemberdayaan, 400 Ribu Keluarga Ditargetkan Lepas dari Bansos

“Kita udah ekspor ke Amerika, dan ini mau ekspor yang kedua kalinya,” ujar Agus Jabo antusias.

“Masyarakat senang. Tadinya mereka nggak pegang duit, sekarang ada kegiatan ekonomi jadi punya penghasilan. Bapak-bapaknya yang siang kerja di sawah, malamnya malah ikut bantu bikin keranjang.”

Kesaksian serupa datang dari Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos, Mira Riyati Kurniasih. Di Bogor, ratusan KPM memilih keluar dari program bantuan setelah dapat intervensi pemberdayaan.

“Di Bogor, 113 KPM PKH sudah keluar dari bansos. Padahal daerah ini baru kita intervensi. Caranya? Lewat mekanisme off-taker. Semua produk mereka langsung dibeli perusahaan, jadi nggak pusing cari pasar,” kata Mira.

Di sisi lain, Deputi Bappenas Maliki menyoroti hal yang lebih mendasar: pola pikir. Dia menekankan, bantuan pemerintah nggak melulu soal bansos tunai.

“Ini yang harus kita tekankan,” jelas Maliki.

“Mereka dapat bantuan, tapi dalam bentuk naik kelas. Mereka tidak dapat bansos lagi, karena sudah diberdayakan. Itu kemajuan yang sesungguhnya.”

Pertemuan itu ditutup dengan sebuah simbol yang cukup berarti. Agus Jabo memberikan cinderamata berupa kerajinan ekspor hasil karya KPM PKH kepada para pejabat Bappenas yang hadir. Sebuah pengingat nyata bahwa upaya pemberdayaan itu bukan wacana, tapi sudah berjalan dan menghasilkan sesuatu.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pejabat lain, seperti Direktur Penanggulangan Kemiskinan Bappenas Tirta Sutedjo, Direktur Kemandirian Sosial Dinar Dana Kharisma, serta Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Kemensos I Ketut Supena.


Halaman:

Komentar