Kehadiran pangkalan militer Amerika Serikat di Uni Emirat Arab kini dipertanyakan. Bukan lagi dianggap sebagai aset strategis, melainkan mulai terasa sebagai beban. Bahkan, muncul seruan agar UEA mempertimbangkan untuk menutupnya.
Seruan itu datang dari seorang akademisi ternama di sana, Dr. Abdulkhaleq Abdulla. Ia adalah Guru Besar Ilmu Politik di Universitas Uni Emirat Arab, sekaligus mantan penasihat Putra Mahkota Abu Dhabi. Menurutnya, situasi berubah setelah Presiden AS Donald Trump membawa kawasan, termasuk UEA, ke dalam ketegangan perang melawan Iran. Laporan Middle East Monitor dan Fars News pada Selasa (21/4/2026) mengangkat pernyataannya ini.
Abdulla bersikap blak-blakan. Dia mendesak adanya peninjauan ulang atas keberadaan tentara AS di tanah Emirat. Alasannya sederhana: UEA dianggap sudah makin kuat dan tak butuh lagi perlindungan langsung dari Washington.
"UEA tidak lagi membutuhkan Amerika untuk membelanya. UEA telah membuktikan selama serangan Iran bahwa mereka mampu membela diri secara efektif,"
Begitu katanya, seperti dikutip Middle East Monitor dari laporan Reuters. Ia lalu menambahkan poin krusial.
"Yang dibutuhkan UEA adalah memperoleh persenjataan terbaik dan tercanggih yang dimiliki AS. Oleh karena itu, sudah saatnya untuk memikirkan penutupan pangkalan-pangkalan Amerika, karena pangkalan tersebut telah menjadi beban daripada aset strategis,"
Pernyataan kerasnya itu bahkan ia unggah sendiri di akun media sosial X, pada Minggu (19/4) malam. Jelas, ini bukan sekadar omongan di ruang seminar. Ia ingin pesannya sampai ke publik luas.
Menurut Abdulla, fase saat ini memang mengharuskan pemikiran serius tentang nasib pangkalan-pangkalan AS itu ke depan. Ada kekhawatiran mendasar di balik seruannya.
Lebih lanjut ia memperingatkan, keberadaan pangkalan AS yang terus-menerus justru berisiko menjerat UEA dalam konflik regional. Padahal, UEA sendiri mungkin tak ingin terlibat langsung. Jadi, alih-alih membawa keamanan, kehadiran mereka justru bisa menjadi jerat.
Artikel Terkait
Pelaku Copet Diarak dengan Kalung Saya Copet di Stasiun Tanah Abang
Mantan Sopir Truk Sidrap Berangkat Haji Setelah 16 Tahun Antre dan Tabungan Recehan
Wamendagri Minta Daerah Perbarui Data untuk Ketepatan Sasaran PBI JKN
Israel Gelar Festival LGBT Terbesar di Timur Tengah di Tengah Situasi Konflik