Di sisi lain, perwakilan mahasiswa, Zaqi Ramdani, juga angkat bicara. Baginya, kegiatan ini adalah bentuk komitmen agar manfaat KKM betul-betul berkelanjutan.
“Selama pelaksanaan KKM, kami melihat langsung permasalahan lingkungan yang dihadapi warga, khususnya terkait pengelolaan sampah. Oleh karena itu, melalui sosialisasi dan penyerahan gerobak sampah ini, kami berharap dapat membantu dan mendorong kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya.
Zaqi juga mengucapkan terima kasih. Rasa terima kasih itu ditujukan untuk seluruh pihak kelurahan dan warga Balumbang Jaya yang telah mendukung penuh program mereka.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Lurah, perangkat kelurahan, RT/RW, serta seluruh warga Balumbang Jaya atas sambutan, dukungan, dan kerja samanya. Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami sebagai mahasiswa untuk lebih peka terhadap persoalan sosial dan lingkungan,” tuturnya.
Penyerahan gerobak sampah itu sendiri dilakukan secara simbolis. Dari tangan mahasiswa, bantuan itu diserahkan ke perwakilan kelurahan dan warga. Harapannya jelas: gerobak-gerobak itu bisa mendukung sistem pengangkutan sampah yang sudah ada, membuatnya lebih lancar.
Kini, meski KKM sudah berakhir, harapannya tak ikut padam. Semua pihak berharap nilai-nilai seperti kepedulian lingkungan, gotong royong, dan kolaborasi yang sudah terpupuk di Balumbang Jaya ini bisa terus hidup dan berkembang. Acara penutupan ini bukan akhir, melainkan justru sebuah awal yang baik untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi semua.
Artikel Terkait
Ibu di Bandung Hilang Didikut Amblasnya Kamar Mandi ke Sungai
BPKH Akui Dana Kelolaan Haji 2025 Menyusut Rp 3,33 Triliun
DI Pandjaitan Tergenang 50 Cm, Lalu Lintas Cawang-Kebon Nanas Lumpuh
Gus Baha: Adu Agama Boleh, Asal yang Diadu Agamanya, Bukan Orangnya