Dukungan logistik pun digenjot habis-habisan. Sebanyak 84 unit alutsista dikerahkan setiap hari, baik melalui air landed maupun air drop. Mereka mengangkut segala macam, mulai dari peralatan PLN, BBM, dapur lapangan, sampai alat berat dan beras. Hingga laporan ini dibuat, total logistik yang sudah didistribusikan lewat udara, laut, dan darat mencapai 2.418 ton. Angka yang tidak kecil.
“Pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi nanti, TNI akan menambah personel dari unsur Batalyon Zeni, Yonif TP, serta tenaga kesehatan untuk membantu pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, pemasangan jembatan, pembersihan material, serta pemulihan akses jalan,” papar Panglima TNI.
Soal infrastruktur, pemulihan juga terus berjalan. Puluhan jembatan Bailey sudah dipasang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Beberapa di antaranya bahkan sudah berfungsi sempurna dan digunakan warga. Agus Subiyanto menegaskan, prioritas utama mereka adalah membuka akses. “Prioritas kami adalah membuka kembali akses warga dan memastikan mobilitas serta aktivitas masyarakat dapat segera pulih,” pungkasnya.
Semua upaya ini, tampaknya, masih akan berlanjut cukup lama. Tantangan di lapangan pasti banyak, namun geliat pemulihan sudah mulai terlihat.
Artikel Terkait
Bupati Bone Luncurkan Bus Sekolah untuk Tingkatkan Keselamatan dan Ringankan Biaya Transportasi Pelajar
Jokowi: Makna Lebaran adalah Kesabaran dan Saling Memaafkan
Tiran Group Gelar Salat Id dan Santunan di Makassar, Pererat Kebersamaan
Mentan Amran Rayakan Idulfitri dan Dengarkan Aspirasi Warga di Kampung Halaman Bone