Di sisi lain, ada kewajiban moral juga buat kaum alim dan santri untuk menjaga kemurnian ajaran. Jangan sampai keimanan kita pada hal ghaib malah dikotori atau lebih parah, disamakan dengan ritual klenik yang menyesatkan.
Tapi realitanya? Entah karena sungkan, atau mungkin memang tidak paham, banyak dari elit agama ini justru memilih diam. Bahkan nggak jarang, ada yang wataknya pekok dan malah ikut-ikutan membela.
Kalau dipikir-pikir, ngeri juga membayangkan nanti ketika Dajjal benar-benar muncul. Kemampuannya bukan tipu-tipu sulap lagi, tapi kesaktian yang sungguhan. Bisa dibayangkan berapa banyak manusia yang akan tersesat dan ikut begitu saja.
Pada akhirnya, kita harus jujur mengakui. Orang seperti pesulap merah itu justru kerap tampil lebih peduli. Mereka paham, berani, dan punya nyali untuk membongkar praktik perdukunan berkedok spiritual yang subur menjamur di negeri ini.
(")
Artikel Terkait
Bripka Septian Gugur Saat Amankan Mudik di Pekalongan
Kemenhub Imbau Pemudik Manfaatkan WFA untuk Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret
Anggota DPR Tolak Wacana Sekolah Daring Mulai 2026, Ingatkan Trauma Learning Loss
Paus Leo XIV Desak Penghentian Konflik Timur Tengah, Sebut Penderitaan sebagai Skandal