Bibit Siklon Tropis 93S Mengancam, Hujan Lebat dan Ombak Tinggi Bakal Hantam Jawa

- Jumat, 19 Desember 2025 | 09:36 WIB
Bibit Siklon Tropis 93S Mengancam, Hujan Lebat dan Ombak Tinggi Bakal Hantam Jawa

Hujan sudah mengguyur Jakarta pagi ini. Tapi ini bukan hujan biasa, melainkan bagian dari dampak sebuah gangguan cuaca serius yang sedang dipantau ketat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan perkembangan terkini dari Bibit Siklon Tropis 93S, yang pertama kali terpantau terbentuk pada 11 Desember lalu.

Per Jumat pagi, 19 Desember 2025, tepat pukul tujuh pagi waktu Indonesia Barat, posisi bibit badai itu sudah berada di perairan Samudera Hindia, mengarah ke selatan Jawa Barat. Jaraknya cukup dekat untuk membuat waspada.

Menurut pernyataan resmi BMKG yang dirilis hari ini, potensi gangguan ini untuk meningkat statusnya cukup besar.

“Prediksi: Sistem Bibit Siklon Tropis 93S memiliki peluang sedang - tinggi untuk menjadi Siklon Tropis dalam periode 24 jam ke depan,”

Artinya, dalam sehari ke depan, kita harus bersiap. Meski bukan siklon tropis penuh, dampaknya terhadap cuaca di tanah air sudah nyata dan akan terasa hingga besok, 20 Desember.

Lalu, apa saja imbasnya? Wilayah Jawa dan sekitarnya bakal merasakan langsung. Pertama, intensitas hujan akan meningkat signifikan. Warga di beberapa provinsi perlu bersiap dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Daerah yang dimaksud meliputi Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Selain hujan deras, angin kencang juga akan menerpa. Terutama untuk kawasan pesisir selatan, mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Masyarakat di pesisir dan pelaut perlu ekstra hati-hati.

Gelombang laut pun tak kalah mengkhawatirkan. Di sejumlah perairan, ketinggian gelombang diprediksi mencapai 1.25 hingga 2.5 meter. Ini meliputi perairan barat Lampung, Selat Sunda, perairan selatan Jawa Timur hingga NTT, serta Selat Bali-Lombok. Kondisi laut seperti ini termasuk kategori moderate sea dan sudah berisiko untuk aktivitas pelayaran kecil.

Yang lebih ekstrem lagi, ombak dengan ketinggian 2.5 hingga 4 meter atau rough sea diprakirakan terjadi di perairan selatan Banten hingga Yogyakarta, termasuk di Samudera Hindia sekitarnya. Ini jelas kondisi berbahaya. Nelayan dan kapal-kapal berukuran kecil sangat disarankan untuk tidak melaut dulu.

Jadi, sementara kita di Jakarta merasakan rintikan hujan yang mungkin terasa biasa, di laut selatan Jawa, sebuah fenomena alam sedang bersiap menunjukkan kekuatannya. Waspada dan pantau terus perkembangan info dari BMKG adalah langkah terbaik saat ini.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar