Lalu, bagaimana cara mengisi kembali kawasan yang gundul itu? Dedi punya rencana yang terdengar tak biasa: membeli pohon. Ia berargumen, langkah ini justru lebih murah ketimbang menjalankan program reboisasi konvensional.
"Beli (pohonnya), karena biaya reboisasi lebih mahal daripada beli pohon,"
tegasnya.
Soal pendanaan, Gubernur sudah punya hitungannya. Rencana anggaran untuk membeli pohon-pohon itu konon sudah disiapkan dan akan mulai dialokasikan pada tahun 2026 mendatang.
"Mulai tahun anggaran 2026 udah kita siapkan,"
ucap Dedi menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Alissa Wahid: Dewan Perdamaian Trump Hanya Ilusi bagi Palestina
Kalung Emas Rp 91 Juta Raib di Ubud, Pelaku Jambret Diringkus Polisi
Prabowo Gerah, Spanduk dan Baliho Dituding Rusak Wajah Kota
Guru Besar Unair Bongkar Penyimpangan UU ITE: Opini Bukan untuk Dipenjara