Di sebuah ruang konferensi hotel di Kemayoran, Jakarta, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengumumkan sesuatu yang ia sebut sebagai momen bersejarah. Kamis lalu, tepatnya tanggal 18 Desember, Kementerian Hukum secara resmi meluncurkan soft launching aplikasi layanan hukum bernama PASTI. Ini bukan aplikasi biasa, melainkan sebuah Super Apps yang dirancang untuk mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan layanan hukum.
“Alhamdulillah tadi sudah soft launching Super Apps Kementerian Hukum dengan nama PASTI,” ujar Supratman, dengan nada yang cukup antusias.
Acara itu sendiri merupakan bagian dari Rapat Koordinasi Pengendalian Kinerja Refleksi Akhir Tahun 2025. Menurutnya, langkah ini sejalan betul dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong digitalisasi layanan publik. Tujuannya jelas: mempermudah akses warga.
Namun begitu, ini baru langkah awal. Supratman punya target yang cukup ambisius. Ia memproyeksikan bahwa pada pertengahan tahun depan sekitar Juni atau Juli hampir semua layanan kementeriannya sudah bisa diakses lewat satu aplikasi tunggal itu.
“Itu nanti akan semuanya terintegrasi hampir kurang lebih sekitar 450 layanan,” katanya.
Bayangkan saja, ratusan layanan itu nantinya bakal tersambung dalam satu platform. PASTI dirancang sebagai wadah integrasi, baik untuk layanan yang ditujukan ke publik maupun untuk urusan internal kementerian. Proses integrasinya sendiri tak akan dilakukan sekaligus. Mereka akan melakukannya setahap demi setahap, dengan pembaruan yang dilakukan hampir setiap hari.
“Insyaallah seluruh layanan nanti, tiap hari akan terus kita update untuk mengintegrasikan satu-satu layanan ke dalam Super Apps,” jelas Supratman.
Yang menarik, cakupannya tak hanya untuk publik. Di sisi lain, aplikasi PASTI juga akan mengurusi hal-hal internal di tubuh Kesekretariatan Jenderal. Mulai dari layanan promosi jabatan, sistem karier atau merit system, hingga berbagai keperluan lain bagi para aparatur di dalamnya. Intinya, mereka ingin semua serba digital dan terpusat.
Artikel Terkait
PDAM Bone Antisipasi Krisis Air Bersih Akibat Musim Kemarau dan Alih Fungsi Lahan
Perekonomian Sulawesi Selatan Tumbuh 6,88 Persen di Triwulan I 2026, Ditopang Sektor Pemerintahan dan Konsumsi Publik
Dua Calon Jemaah Haji Asal Soppeng Tertunda Berangkat karena Tidak Laik Terbang
Harga Emas Antam Naik Rp17.000 per Gram, Buyback Tembus Rp2.645.000