Isu reshuffle kabinet Prabowo Subianto kembali bergulir. Kali ini, pemicunya adalah kekosongan kursi Wakil Menteri Keuangan. Thomas Djiwandono, sang pemegang jabatan, baru saja hengkang setelah terpilih sebagai Deputi Gubernur BI. Nah, posisinya yang kosong itu langsung jadi bahan perbincangan hangat di Ibu Kota.
Spekulasi pun merambah ke mana-mana. Ternyata, yang ramai dibicarakan bukan cuma satu kursi. Ada sejumlah nama lain yang disebut-sebut bakal dirotasi atau bahkan naik jabatan. Jadi, ini bukan sekadar isu penggantian biasa, melainkan sebuah perombakan yang lebih luas.
Juda Agung dan Tarikan ke Kemenkeu
Di antara semua nama, Juda Agung disebut paling kuat. Dia dianggap punya peluang besar untuk mengisi pos wamenkeu yang ditinggalkan Thomas. Rekam jejaknya di bidang ekonomi dan moneter memang tak diragukan lagi. Banyak yang bilang, dia cocok untuk masuk ke lingkaran elite fiskal pemerintahan sekarang.
Budi Djiwandono dan Kemungkinan di Kursi Menlu
Lalu, ada lagi nama yang mencuri perhatian: Budi Djiwandono. Anggota DPR ini, yang masih punya hubungan keluarga dengan Presiden, dikabarkan bakal ditarik untuk mengisi posisi Menteri Luar Negeri. Kalau rumor ini benar, berarti Sugiono yang sekarang menjabat harus bersiap-siap.
Langkah ini konon bagian dari upaya penyegaran diplomasi Indonesia. Prabowo dikabarkan ingin ada warna baru dalam hubungan luar negeri.
Nasib Sugiono: Bukan Tersingkir, Tapi Berpindah
Menariknya, Sugiono sendiri kabarnya tidak akan hilang dari peta kabinet. Dia malah disebutkan bakal dirotasi ke posisi lain yang tak kalah strategis: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Posisi yang saat ini dipegang Pratikno itu akan jadi tantangan baru baginya.
Rotasi semacam ini sepertinya menunjukkan adanya penyesuaian arah. Pembangunan sosial dan budaya mungkin akan dapat perhatian berbeda di sisa masa pemerintahan.
Reshuffle Kelima: Pencarian Formasi atau Dinamika Politik?
Kalau benar terjadi, ini akan jadi perombakan kabinet kelima sejak Prabowo dilantik pada Oktober 2025 lalu. Frekuensinya yang cukup tinggi ini bikin banyak orang bertanya-tanya. Apa ini tanda bahwa Prabowo masih terus mencari formasi terbaik untuk kabinetnya? Atau jangan-jangan, ini cermin dari dinamika politik internal yang tak pernah benar-benar reda?
Menunggu Kepastian dari Istana
Sampai saat ini, Istana masih tutup mulut. Tak ada konfirmasi resmi, tak ada penolakan keras. Tapi di luar sana, rumor terus berkembang liar. Masyarakat pun dibuat penasaran. Mereka menunggu: apakah benar akan ada reshuffle dalam waktu dekat, atau semua ini cuma angin lalu yang sengaja ditiupkan?
Yang pasti, suasana di lingkaran pemerintahan kembali tegang. Setiap nama yang disebut, setiap kemungkinan yang bergulir, menambah daftar pertanyaan yang butuh jawaban segera.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Terima Laporan Strategis dari Wakil Ketua DPR Usai Kunjungan ke Rusia dan Prancis
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT