Selama kunjungannya, Prabowo memang blusukan ke sejumlah titik krusial. Dari Agam sampai ke Lembah Anai, ia melihat sendiri parahnya kerusakan infrastruktur. Salah satu fokusnya adalah progres perbaikan jalan nasional yang terputus.
"Proses pengerjaannya sedang kita kebut," tegas Prasetyo. Alasannya sederhana namun mendesak: akses jalan yang lancar adalah syarat mutlak untuk pemulihan. Tanpa itu, segalanya akan berjalan jauh lebih lambat.
Ia mengakui, pekerjaan yang dihadapi tidak seragam. Setiap lokasi punya masalahnya sendiri. Ada yang rusak jalannya, ada yang jembatannya hanyut. Tapi komitmennya satu.
"Jadi kita bekerja secepat-cepatnya," tutupnya. Upaya perbaikan, meski bertahap, harus dilakukan dengan kecepatan dan ketepatan maksimal. Itu janjinya.
Artikel Terkait
Elit Global dan Kejahatan yang Dilembagakan: Saat Hukum Melindungi Para Dalang
Soenarko Sindir Pernyataan Kapolri: Bukan Berlebihan, Tapi Konyol
Presiden Prabowo Teken Pengangkatan Adies Kadir Jadi Hakim MK, Nomor Keppres Masih Ditutupi
Meri Hoegeng, Istri Mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso, Tutup Usia