Di Bandara Internasional Minangkabau, suasana Rabu siang itu terasa berbeda. Bukan hanya urusan penerbangan biasa yang terjadi. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara langsung menyerahkan bantuan simbolis untuk korban bencana di Sumatera Barat. Penyerahan kepada Gubernur Mahyeldi Ansharullah itu dilakukan di area VIP, menandai kepedulian pemerintah pusat terhadap musibah yang melanda.
Menurut Tito, bantuan dari Kemendagri ini murni bentuk solidaritas. Warga Sumbar yang sedang berduka perlu merasakan dukungan nyata di tengah kesulitan mereka.
“Kami dari Kemendagri memberikan dukungan bantuan untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera Barat. Bantuan ini antara lain berupa peralatan masak, popok bayi, makanan bayi, dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.
Di sisi lain, Tito tak lupa memberi apresiasi. Ia menilai respons Pemprov Sumbar, yang dipimpin Buya Mahyeldi, terbilang cepat dan tepat dalam penanganan darurat.
“Saya memahami bahwa Buya dan seluruh tim kerja sangat responsif dan cepat dalam penanganan awal bencana. Bantuan ini adalah bentuk solidaritas dari Kemendagri,” tambah Tito.
Namun begitu, bantuan hari itu rupanya belum berakhir. Menteri menyebut akan ada lagi kiriman logistik menyusul. Rencananya, besok akan ada tambahan bantuan berupa kain sarung untuk warga terdampak.
“Mudah-mudahan ini bisa membantu meringankan beban dan mempercepat pemulihan,” harapnya.
Mendapat perhatian khusus dari pusat, Gubernur Mahyeldi pun menyambut baik. Ia yang akrab disapa Buya itu mengucapkan terima kasih.
“Terima kasih Pak Menteri. Bantuan ini kami terima dan sangat bermanfaat bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.
Lantas, apa saja isi bantuan yang turun? Rinciannya cukup beragam, mulai dari kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, dan telur. Tidak ketinggalan perlengkapan bayi; susu, bubur, dan popok. Untuk menunjang aktivitas dapur, juga disiapkan peralatan masak sederhana seperti wajan, piring, sendok, hingga pisau.
Penyerahan bantuan di bandara itu, meski singkat, memberi pesan jelas: pemerintah hadir di saat warganya paling membutuhkan.
Artikel Terkait
Persib dan Borneo FC Imbang Poin di Puncak Klasemen, Laga Kontra Persija Jadi Penentu Gelar Liga 1
Empat Korban Penyiraman Air Keras di Tasikmalaya Masih Dirawat Intensif, Pelaku Terungkap Motif Sakit Hati
Borneo FC Kalahkan Persita 2-0, Manfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain
Polda NTT Bongkar 27 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, Negara Rugi Rp10,16 Miliar