Vladimir Putin tak habis pikir. Di hadapan para petinggi Kementerian Pertahanan Rusia, Rabu lalu, Presiden itu menyebut desas-desus dari Barat soal persiapan perang dengan negaranya tak lebih dari "histeria dan kebohongan". Suasana ruangan saat itu tegas, namun Putin terlihat tenang.
Meski begitu, dia dengan lantang menegaskan kembali tujuan perang di Ukraina. Menurutnya, tujuan Kremlin itu "tanpa diragukan" akan tercapai. Sekitar 300 wilayah, klaimnya, telah "dibebaskan" dalam setahun terakhir.
Putin memang bilang lebih suka jalan diplomasi untuk menyelesaikan akar konflik. Tapi pesannya jelas: jika Barat ogah-ogahan di meja perundingan, Rusia siap mencapainya lewat cara militer. "Pembebasan tanah-tanah bersejarah" itu, ujarnya, tetap akan dilakukan.
Pernyataannya ini muncul di saat yang tepat. Hanya sehari kemudian, para pemimpin Uni Eropa akan berkumpul dalam sebuah KTT penting. Agenda utamanya? Membahas nasib aset bank sentral Rusia senilai 210 miliar euro yang membeku di Eropa. Uang sebesar itu rencananya akan dipakai untuk membantu kebutuhan Ukraina, baik secara ekonomi maupun militer.
"Satu hal yang sangat, sangat jelas," tegas Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di depan Parlemen Eropa, sehari sebelum KTT.
"Kita harus mengambil keputusan untuk mendanai Ukraina selama dua tahun ke depan dalam Dewan Eropa ini."
António Costa, Presiden Dewan Eropa yang akan memimpin pertemuan, berjanji akan mendorong negosiasi sampai ada titik terang. Prosesnya mungkin berlarut, tapi dia tak akan menyerah.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral