Soal Keyakinan Diri dan Emosi yang Meluap
Faktor psikologis lain yang berperan besar adalah efikasi diri. Ini tentang seberapa kuat seseorang percaya bahwa dirinya mampu menghadapi tantangan dan mengendalikan diri. Kalau keyakinan ini goyah misalnya karena merasa gagal atau putus asa risiko untuk kambuh pun melonjak.
Namun begitu, bukan cuma emosi negatif yang jadi pemicu.
Euforia berlebihan atau rasa percaya diri yang meledak-ledak juga bisa bikin seseorang lengah. Mereka merasa segalanya sudah terkendali, sampai akhirnya terjatuh lagi.
Kambuh Bukan Akhir Segalanya
Yang perlu ditekankan di sini: relapse bukan tanda kelemahan karakter. Ia lebih mirip sinyal peringatan. Sinyal bahwa ada kebutuhan psikologis yang belum terpenuhi, atau strategi bertahan hidup yang masih perlu diperkuat.
Memahami hal ini mengubah cara pandang kita terhadap pemulihan. Prosesnya tidak linear, naik-turun, dan panjang. Keputusan untuk kembali menggunakan zat seringkali adalah upaya otak untuk bertahan hidup, meski dengan cara yang keliru. Dengan sudut pandang yang lebih empatik dan realistis ini, pendekatan pemulihan bisa lebih fokus pada membangun kekuatan dari dalam, bukan sekadar mengejar kesempurnaan.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral