Prabowo dan Wacana Sawit Papua: Siapa yang Untung Saat Hutan Terakhir Tumbang?

- Rabu, 17 Desember 2025 | 05:20 WIB
Prabowo dan Wacana Sawit Papua: Siapa yang Untung Saat Hutan Terakhir Tumbang?

Prabowo disebut-sebut punya visi yang jauh ke depan. Tapi, visi macam apa ini?

Hutan Sumatera dan Kalimantan sudah hancur lebur. Sekarang, giliran hutan Papua yang diincar. Rasanya seperti ada rencana besar untuk 'menghabisi' sisa paru-paru terakhir itu.

Dan coba simak baik-baik, ini rahasia umum sebenarnya: penduduk lokal hampir tak pernah menang. Bayangkan, bahkan kalau kamu punya 20 atau 30 hektar kebun sawit sendiri, bukan kamu yang akan tertawa paling lebar. Keuntungan terbesarnya pasti mengalir ke tempat lain.

Apalagi jika sawit itu ditanam oleh perusahaan raksasa, dengan konsesi yang mencakup jutaan hektar hutan. Skalanya sama sekali berbeda.

Lalu, apa yang didapat masyarakat? Banjir. Itu yang pasti.

Menyalahkan Zulhas? Ah, jangan salahkan menteri. Masalah utamanya bukan di sana.

(Tere Liye)


Menurut sejumlah saksi, kepekaan beliau dalam hal ini memang terasa minus. Sungguh aneh, di tengah situasi sekarang, pernyataan seperti itu justru dilontarkan di hadapan para kepala daerah se-Papua. Padahal, isu lingkungan sedang jadi buah bibir dan dibahas hangat di mana-mana beberapa minggu terakhir.

Ini mungkin salah satu kelemahan mereka yang terlahir dengan privilege besar. Kepekaan terhadap keresahan warga sekitar kadang tumpul. Yang sedang ramai justru bencana ekologis di Sumatera, eh malah muncul wacana menggebu untuk mengubah hutan Papua jadi ladang sawit dan singkong. Timing-nya benar-benar janggal.

(Daniel Hananya Sinaga)

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar