Prabowo disebut-sebut punya visi yang jauh ke depan. Tapi, visi macam apa ini?
Hutan Sumatera dan Kalimantan sudah hancur lebur. Sekarang, giliran hutan Papua yang diincar. Rasanya seperti ada rencana besar untuk 'menghabisi' sisa paru-paru terakhir itu.
Dan coba simak baik-baik, ini rahasia umum sebenarnya: penduduk lokal hampir tak pernah menang. Bayangkan, bahkan kalau kamu punya 20 atau 30 hektar kebun sawit sendiri, bukan kamu yang akan tertawa paling lebar. Keuntungan terbesarnya pasti mengalir ke tempat lain.
Apalagi jika sawit itu ditanam oleh perusahaan raksasa, dengan konsesi yang mencakup jutaan hektar hutan. Skalanya sama sekali berbeda.
Lalu, apa yang didapat masyarakat? Banjir. Itu yang pasti.
Menyalahkan Zulhas? Ah, jangan salahkan menteri. Masalah utamanya bukan di sana.
(Tere Liye)
Menurut sejumlah saksi, kepekaan beliau dalam hal ini memang terasa minus. Sungguh aneh, di tengah situasi sekarang, pernyataan seperti itu justru dilontarkan di hadapan para kepala daerah se-Papua. Padahal, isu lingkungan sedang jadi buah bibir dan dibahas hangat di mana-mana beberapa minggu terakhir.
Ini mungkin salah satu kelemahan mereka yang terlahir dengan privilege besar. Kepekaan terhadap keresahan warga sekitar kadang tumpul. Yang sedang ramai justru bencana ekologis di Sumatera, eh malah muncul wacana menggebu untuk mengubah hutan Papua jadi ladang sawit dan singkong. Timing-nya benar-benar janggal.
(Daniel Hananya Sinaga)
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Hasilkan 6 Juta Liter Minyak Jelantah per Bulan untuk Bahan Bakar Pesawat
Cuaca Sulawesi Selatan Sabtu Berawan, Hujan Ringan-Sedang Berpotensi di Sejumlah Daerah
Mensos Bantah Ada Kebocoran Anggaran Sepatu Rp700 Ribu per Pasang di Program Sekolah Rakyat
Polisi Tangkap Pembegal Dua Tenaga Kesehatan di Jeneponto saat Sedang Minum Tuak