"Beliau memerintahkan komite untuk mensinkronkan program-program K/L yang ada di sana," jelasnya.
Di sisi lain, tugas komite juga cukup luas. Mereka harus membangun dialog yang intens, bukan hanya dengan pemerintah pusat, tapi juga dengan seluruh kepala daerah di Papua. Hubungan yang baik dan komunikasi yang lancar dianggap sebagai kunci.
Dan yang tak kalah penting adalah fungsi pengawasannya.
"Nanti juga akan ada evaluasi rutin. Mungkin setiap tiga atau empat bulan sekali," tutur Tito.
Evaluasi berkala ini dimaksudkan untuk memantau progres setiap program. Apakah berjalan mulus atau justru mandek. Jika ada yang tersendat, komite harus segera mencari akar masalah dan menyiapkan solusinya. Semua demi satu tujuan: pembangunan Papua yang lebih cepat dan merata.
Artikel Terkait
Buku Darurat Belanda: Bukan Alarm Perang, tapi Ajakan Bertahan Mandiri
Lantai Ambrol di Tangsi Belanda Siak, Puluhan Pelajar SD Terluka
MSCI Beri Peringatan, Pasar Modal Indonesia di Ambang Degradasi
Operasi SAR 13 Hari di Gunung Lawu Ditutup, Yasid Ahmad Firdaus Belum Ditemukan