Australia diguncang sebuah peristiwa tragis baru-baru ini. Di tengah perayaan hari besar umat Yahudi, seorang teroris membuka tembakan. Pelakunya, yang kebetulan beragama Islam, menargetkan orang-orang yang sedang bersukacita itu.
Namun begitu, di tengah kekacauan dan kepanikan, muncul sebuah aksi heroik. Seorang muslim lain yang kebetulan berada di lokasi segera bertindak. Tanpa ragu, dia berusaha menggagalkan aksi teror itu. Sayangnya, upaya pemberaniannya berakhir dengan luka-luka yang dideritanya sendiri.
Aksi penembakan itu akhirnya berhenti. Si teroris tewas di tempat kejadian.
Lalu, bagaimana respons komunitas muslim setempat? Mereka mengambil sikap yang sangat tegas. Komunitas muslim Australia menolak untuk mengurus atau memakamkan jenazah si pelaku. Mereka secara jelas memisahkan diri dari tindakan keji itu, menunjukkan bahwa terorisme tidak mewakili ajaran atau nilai-nilai mereka.
Artikel Terkait
Di Balik Panasnya Aspal Skanda, Nurlia Berjuang untuk Sekolah Anak-anaknya
Sumbar Pimpin Progres Huntara, Aceh Masih Tertinggal
Jenazah Wagub Sulbar Tiba di Jakarta, Akan Dimakamkan di Kalibata
Rakornas 2026: Titik Temu Pusat dan Daerah untuk Pacu Indonesia Emas 2045