"Jadi yang perlu kita waspadai nanti adalah Bengkulu, Lampung, kemudian seluruh Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur hingga Papua bagian selatan," papar Faisal dengan tegas.
Di sisi lain, BMKG tak akan tinggal diam. Mereka berjanji untuk terus memantau pergerakan ketiga siklon ini. Koordinasi dengan negara-negara tetangga juga digencarkan, mengingat skala ancamannya yang regional.
"Nanti kita pantau terus karena tiap 6 jam kita berkordinasi terus dengan negara-negara sekitar yang juga memantau," ujar Faisal.
"Karena kita sama-sama anggota WFO sehingga penanganan siklon senyar ini tidak lokal, tapi dia secara regional, bahkan secara internasional, agar kita satu negara dengan negara lain menamakan, mengidentifikasi intensitasnya arah pergerakan dan sebagainya itu berkordinasi dengan cyclone warning center," jelasnya lebih lanjut.
Intinya, kewaspadaan harus ditingkatkan. Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan terus mengikuti perkembangan informasi dari BMKG untuk antisipasi yang lebih baik.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral