Baru-baru ini, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengumumkan kabar menggembirakan. Sejumlah artefak berharga milik Indonesia yang selama ini berada di Belanda, akhirnya akan segera pulang. Salah satu yang paling dinanti adalah fosil Homo Erectus, yang lebih populer dengan sebutan "Manusia Jawa".
Menurut sejumlah saksi, Fadli menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan di acara peluncuran sebuah buku sejarah, Minggu (14/12) lalu di Jakarta.
"Java Man ini adalah fosil Homo Erectus, Pithecanthropus Erectus, yang dulu dibawa oleh Dubois 135 tahun yang lalu ke Belanda," ujarnya.
Dia menambahkan dengan penuh keyakinan, "Insyaallah nanti tanggal 17 (Desember) sudah tiba di Jakarta dan serah terima dari sana."
Artefak-artefak bersejarah ini memang punya cerita panjang. Ditemukan oleh paleoantropolog Belanda, Eugene Dubois, antara tahun 1891 hingga 1892 di Trinil, Ngawi. Selama lebih dari satu abad, benda-benda itu tersimpan rapi di Universitas Leiden. Kini, perjalanan pulangnya hampir tiba.
Fadli berharap kedatangan mereka bukan sekadar pemindahan benda mati. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai pemulihan memori kolektif bangsa. "Jadi ini melengkapi kedaulatan budaya dan kedaulatan peradaban kita," ungkapnya. Ia yakin, kehadiran kembali fosil-fosil ini akan memperkaya khazanah pengetahuan sejarah Indonesia.
Ini bukan kali pertama Belanda melakukan repatriasi. Tercatat, ini sudah upaya keenam yang mereka lakukan, mengikuti rekomendasi dari Komite Koleksi Kolonial Belanda. Sebuah langkah yang patut diapresiasi.
Koleksi yang dibawa Dubois dulu cukup lengkap. Tidak hanya atap tengkorak, tapi juga geraham dan tulang paha. Temuan di Ngawi itu dulu benar-benar mengguncang dunia. Fosil itu dianggap sebagai bukti pertama Homo erectus, yang pada masanya sedikit menggeser teori evolusi yang selama ini berpusat di Afrika. Sebuah mahakarya zaman purba yang akhirnya kembali ke tanah asalnya.
Artikel Terkait
Jalan Sidrap-Soppeng Semakin Rusak, Genangan Air Sembunyikan Lubang Berbahaya
Polemik Ikan Sapu-Sapu di Sungai Sa’dan: Pemda Toraja Utara Belum Temukan Bukti, Ahli Dorong Pendekatan Lingkungan
Anggota DPR: Nasib 1,6 Juta Guru Honorer Masih Jauh dari Layak, Negara Dinilai Abaikan Hak Konstitusional
Polisi Tangkap Empat Pemuda Dalang Aksi Brutal Geng Motor di Makassar