Fosil Homo Erectus Manusia Jawa Akhirnya Pulang Setelah 135 Tahun di Belanda

- Minggu, 14 Desember 2025 | 21:36 WIB
Fosil Homo Erectus Manusia Jawa Akhirnya Pulang Setelah 135 Tahun di Belanda

Baru-baru ini, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengumumkan kabar menggembirakan. Sejumlah artefak berharga milik Indonesia yang selama ini berada di Belanda, akhirnya akan segera pulang. Salah satu yang paling dinanti adalah fosil Homo Erectus, yang lebih populer dengan sebutan "Manusia Jawa".

Menurut sejumlah saksi, Fadli menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan di acara peluncuran sebuah buku sejarah, Minggu (14/12) lalu di Jakarta.

"Java Man ini adalah fosil Homo Erectus, Pithecanthropus Erectus, yang dulu dibawa oleh Dubois 135 tahun yang lalu ke Belanda," ujarnya.

Dia menambahkan dengan penuh keyakinan, "Insyaallah nanti tanggal 17 (Desember) sudah tiba di Jakarta dan serah terima dari sana."

Artefak-artefak bersejarah ini memang punya cerita panjang. Ditemukan oleh paleoantropolog Belanda, Eugene Dubois, antara tahun 1891 hingga 1892 di Trinil, Ngawi. Selama lebih dari satu abad, benda-benda itu tersimpan rapi di Universitas Leiden. Kini, perjalanan pulangnya hampir tiba.

Fadli berharap kedatangan mereka bukan sekadar pemindahan benda mati. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai pemulihan memori kolektif bangsa. "Jadi ini melengkapi kedaulatan budaya dan kedaulatan peradaban kita," ungkapnya. Ia yakin, kehadiran kembali fosil-fosil ini akan memperkaya khazanah pengetahuan sejarah Indonesia.

Ini bukan kali pertama Belanda melakukan repatriasi. Tercatat, ini sudah upaya keenam yang mereka lakukan, mengikuti rekomendasi dari Komite Koleksi Kolonial Belanda. Sebuah langkah yang patut diapresiasi.

Koleksi yang dibawa Dubois dulu cukup lengkap. Tidak hanya atap tengkorak, tapi juga geraham dan tulang paha. Temuan di Ngawi itu dulu benar-benar mengguncang dunia. Fosil itu dianggap sebagai bukti pertama Homo erectus, yang pada masanya sedikit menggeser teori evolusi yang selama ini berpusat di Afrika. Sebuah mahakarya zaman purba yang akhirnya kembali ke tanah asalnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar