Sherly Tjoanda Klarifikasi Kepemilikan Saham Tambang: "Warisan Suami, Bukan Konflik Kepentingan"
Gubernur Maluku Utara buka suara melalui podcast Denny Sumargo, sambil menanggapi isu kedekatan dengan Dedi Mulyadi
JAKARTA - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda memberikan penjelasan tegas mengenai kepemilikan sahamnya di sejumlah perusahaan tambang yang sempat menimbulkan kontroversi. Dalam penjelasan eksklusifnya, Sherly menegaskan bahwa seluruh kepemilikan saham tersebut merupakan harta warisan dari almarhum suaminya dan telah melalui proses verifikasi hukum yang transparan.
"Sebelum saya menjadi gubernur, tentu saya mempelajari semuanya dan setelah berkonsultasi dengan Kejaksaan Agung, BPK, dan KPK, saya menanyakan dari awal secara transparan," tegas Sherly dalam podcast bersama Denny Sumargo.
Sherly menjelaskan bahwa kepemilikan sahamnya di perusahaan tambang berasal dari proses turun waris setelah suaminya meninggal dunia. Menurutnya, hal ini telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
"Perusahaan tambang itu karena turun waris ya, ketika almarhum (suami Sherly Tjoanda) meninggal itu ada yang namanya turun waris ke saya dan anak-anak saya," jelasnya.
Ia menekankan bahwa sebagai pejabat publik, dirinya telah mematuhi semua ketentuan dengan melepaskan jabatan struktural dalam perusahaan yang dimilikinya, meskipun kepemilikan itu berasal dari warisan.
Transparansi melalui LHKPN
Untuk memastikan akuntabilitas, Sherly mengajak masyarakat untuk mengecek data yang tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
"Semua kepemilikan saya itu sebagai pejabat publik sebenarnya bisa dibuka, karena ada namanya LHKPN. Di mana, di LHKPN kalau dibuka semuanya ada di situ," bebernya.
Mengenai operasional tambang, Sherly menyebutkan bahwa dari seluruh perusahaan yang sahamnya ia miliki, hanya PT Karya Wijaya yang benar-benar beroperasi, dan itu pun baru dimulai pertengahan tahun ini. Ia memastikan telah menurunkan tim independen untuk meninjau dampak lingkungan, dengan hasil yang positif.
Isu Kedekatan dengan Dedi Mulyadi
Di sisi lain, Sherly Tjoanda juga menanggapi sorotan publik mengenai kedekatannya dengan Dedi Mulyadi. Keduanya sempat menjadi perbincangan setelah terlihat duduk berdampingan di dalam mobil dengan pakaian senada berwarna putih.
Video tersebut langsung viral dan dibanjiri komentar netizen yang memberikan dukungan serta berharap keduanya berjodoh. Dalam momen itu, Sherly mengungkapkan rasa nyamannya menikmati pemandangan sawah yang hijau di Subang.
"Maluku panas tapi bisa menghasilkan gubernur yang putih kinclong," ujar Dedi Mulyadi dalam gurauan yang disambut tawa.
Sherly yang mendengar itu langsung membalas dengan ringan: "Pakai topi selalu Pak."
Keduanya diketahui sama-sama mengikuti retreat bersama di Akademi Militer (Akmil) Magelang setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025. Saat ini, Sherly dan Dedi sama-sama memegang jabatan sebagai kepala daerah untuk periode 2025-2030.
Sherly Tjoanda telah ditinggal selamanya oleh suaminya, Benny Laos, sementara Dedi Mulyadi kini berstatus duda setelah bercerai dari Anne Ratna Mustika pada 2023, usai membina rumah tangga selama dua dekade.
Artikel Terkait
Ratu Sofya Laporkan Produser Film ke Polisi atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Millen Cyrus Dikecam Warganet Usai Pakai Hijab di Foto Reuni
Dewi Perssik Blak-blakan Tak Paham Satu Kata pun Saat Kuliah Berbahasa Inggris
Ruben Onsu Kesulitan Bertemu Anak, Kuasa Hukum Sebut Sering Diabaikan saat Hendak Dekati Putrinya