Aceh Undang UNDP dan UNICEF, Berbekal Pengalaman Pemulihan Pasca-Tsunami

- Minggu, 14 Desember 2025 | 16:20 WIB
Aceh Undang UNDP dan UNICEF, Berbekal Pengalaman Pemulihan Pasca-Tsunami

Pemerintah Aceh sudah mengirim surat resmi. Tujuannya? Dua lembaga besar PBB, UNDP dan UNICEF. Mereka diminta turun tangan menangani dampak banjir dan longsor yang menghantam Tanah Rencong.

Kenapa justru kedua lembaga ini yang diajak kerja sama? Ternyata, pertimbangannya berakar dari sejarah kelam dua puluh tahun silam. Pengalaman mereka menangani pemulihan pasca-tsunami 2004 di Aceh dinilai sangat berharga. Itu jadi modal berharga untuk menghadapi bencana kali ini.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengonfirmasi langkah ini pada Minggu (14/12/2025).

"Secara khusus, kami sudah menyampaikan permintaan resmi ke beberapa lembaga internasional. Pertimbangan utamanya ya pengalaman mereka saat tsunami, seperti UNDP dan UNICEF," jelasnya.

Surat itu bukan sekadar pemberitahuan. Menurut MTA, ini adalah permintaan keterlibatan yang didasari kebutuhan mendesak untuk pemulihan.

"Benar, kami sudah menyurati. Mereka kan lembaga resmi PBB yang ada di Indonesia. Meminta mereka terlibat dalam pemulihan, kami rasa sangat diperlukan," tambahnya.

Permintaan bantuan itu wajar saja. Situasi di lapangan memang parah. Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang 18 kabupaten dan kota meninggalkan kerusakan infrastruktur yang luas. Korban jiwa mencapai ratusan, dan sejumlah warga masih dinyatakan hilang hingga pekan ketiga bencana. Kerusakannya begitu masif.

Di sisi lain, gelombang solidaritas sudah mulai mengalir. Catatan pemerintah hingga saat ini menunjukan ada 77 lembaga dan hampir dua ribu relawan yang telah tiba di Aceh. Mereka berasal dari beragam latar, mulai dari NGO lokal, nasional, hingga internasional.

Beberapa nama yang tercatat di meja relawan BNPB antara lain Save The Children, Baznas, Islamic Relief, Relawan Nusantara, Yayasan Geutanyoe, dan sejumlah kelompok mahasiswa seperti FKKMK UGM. Daftarnya masih panjang.

“Kami perkirakan jumlah lembaga dan relawan ini akan terus bertambah seiring waktu,” kata MTA.

Ia juga menyampaikan apresiasi dari pimpinan daerah.

"Atas nama masyarakat Aceh dan para korban, Gubernur menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Atas niat baik dan setiap kontribusi yang diberikan untuk pemulihan Aceh ini."

Niatnya jelas: membangun kembali Aceh dari puing-puing bencana, dengan memanggil kembali mitra lama yang memahami betul medan dan hati warga Aceh.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar