Perbedaan Pendapat? Itu Wajar
Sebagai politikus Gerindra, Fadli tentu sadar proyek sepenting ini tak lepas dari sorotan dan bahkan penolakan. Ia justru melihatnya sebagai hal yang lumrah. Dalam sebuah negara demokrasi, perdebatan sejarah hampir tak terelakkan.
“Saya kira kalau terjadi perbedaan pendapat itu satu hal yang sangat biasa, dan saya kira harus agree to disagree sebagai bagian dari demokrasi kita,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, ia berusaha menegaskan niat di balik proyek monumental ini.
“Saya yakin ini bukan untuk kepentingan politik, ini adalah untuk kepentingan bangsa dan negara kita. Dan ini adalah bagian dari upaya kita untuk merawat memori kolektif bangsa,” tutup dia.
Artikel Terkait
Hoaks di Media Sosial: Jerat Hukum Keonaran dari Zaman Merdeka hingga Era Digital
Gerbong Penuh Penumpang Diserang, Ukraina Kecam Rusia Lakukan Teror di Rel Kereta
Syaban, Bulanku Kata Rasulullah: Jembatan Sunyi Menuju Ramadan
Ribuan Pejabat Serbu Sentul, Warga Diminta Waspadai Macet