"Jangan sedih," bisiknya lembut, sambil tangan ibu itu mengusap air mata di pipi anaknya.
Ucapan itu sederhana, tapi terasa begitu dalam. Seolah ia sedang menenangkan dirinya sendiri juga.
Di sisi lain, isu sawit selalu punya dua wajah. Presiden Prabowo pernah menyebut komoditas ini sebagai 'karunia'. Namun bagi warga seperti Tina dan tetangganya, karunia itu rasanya hanya dinikmati segelintir pihak. Sementara mereka harus berhadapan dengan dampaknya langsung di depan pintu rumah.
Video pendek itu kini jadi bukti. Sebuah potret pilu di balik hiruk-pikuk pembangunan.
Artikel Terkait
Sidang Isbat Digelar 17 Februari, Awal Ramadan 1447 H Segera Ditetapkan
Viral Es Spons, Pedagang Ini Ungkap Pengeroyokan Preman Sebelum Ditegur Aparat
Kaesang Sambut Rusdi Masse ke PSI, Anaknya yang 19 Tahun Langsung Pimpin Sulsel
Makan Gratis atau Otak Kosong: Ketika Dana Pendidikan Jadi Taruhan