Hamas Tawarkan Perlucutan Senjata, Asal Palestina Merdeka Jadi Nyata

- Minggu, 14 Desember 2025 | 07:20 WIB
Hamas Tawarkan Perlucutan Senjata, Asal Palestina Merdeka Jadi Nyata

Kekhawatiran itu nyata dan terasa. Dr. Basem Naim, negosiator senior Hamas, suaranya terdengar tegas namun penuh kewaspadaan saat berbicara kepada GrayZone. Intinya sederhana: mereka tak punya alasan untuk percaya.

“Jaminan bahwa Israel tidak akan menyerang Gaza lagi? Itu tidak ada. Coba bayangkan: di hari kedua kami meletakkan senjata, sangat mungkin Israel meminta pasukan penjaga perdamaian internasional untuk pergi dalam sehari. Lalu, belum lagi dua hari, tank-tank mereka sudah berjejal di seluruh Jalur Gaza.”

Menurutnya, jalan buntu ini punya solusi. Tapi syaratnya jelas. Hamas, kata Naim, baru akan serius membicarakan perlucutan senjata jika ada peta politik yang konkret. Maksudnya, sebuah jalur dengan tenggat waktu yang jelas, yang ujungnya adalah berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Jika itu terwujud, komitmen mereka radikal: semua senjata akan diserahkan kepada negara baru itu. Para pejuang Hamas pun akan beralih status, menyatu ke dalam tubuh tentara nasional Palestina.

Di sisi lain, Naim juga menyodorkan opsi lain yang mungkin lebih mudah dicapai untuk sementara: gencatan senjata jangka panjang. Mereka menyebutnya 'hudna', bisa lima atau sepuluh tahun. Dalam masa tenang itu, senjata bisa "dibekukan" atau "disimpan" bukan dihancurkan.

Narasi yang coba dibangun dari pernyataan ini jelas: Hamas tangguh di medan perang, tapi juga cerdik di meja diplomasi. Pesannya, baik kepada Israel maupun Amerika Serikat, adalah bahwa mereka tidak mudah ditipu dengan janji-janji yang kabur.

[Sebuah video wawancara terkait telah beredar di platform media sosial, memperkuat pernyataan-pernyataan ini.]

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler