Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata belum sepenuhnya tepat sasaran. Hal ini diungkapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam sebuah rapat di DPR, Selasa lalu. Masih ada kelompok masyarakat yang seharusnya mendapat bantuan, namun namanya tak tercatat dalam data.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengakui masalah ini. Menurutnya, cakupan penerima manfaat masih bisa diperluas.
"Masalahnya, banyak pesantren yang tidak terdata di Kementerian Agama padahal mereka termasuk penerima manfaat," ujar Dadan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta.
Dia melanjutkan, persoalan data ini cukup pelik. Di sisi lain, masih ada segmen rentan seperti balita dan ibu hamil yang terlewatkan. Penyebabnya beragam, salah satunya adalah status administrasi kependudukan yang tidak lengkap.
"Kemudian banyak anak-anak balita, termasuk ibu hamil dan menyusui, yang belum terdata dalam sistem. Ambil contoh anak dari pernikahan dini atau pernikahan siri. Mereka seringkali tak punya NIK," terangnya.
Artikel Terkait
Guncangan di Kejagung: 165 Pegawai Dihukum, Ratusan Miliar Uang Negara Diselamatkan
Gerbang Neraka Terbuka: Ratusan Tahanan ISIS Lepas dari Penjara Shaddadi
Guru SD di Serpong Diamankan, Diduga Cabuli 13 Muridnya Sendiri
Kapolres Serang Gandeng Ojol Jadi Mata dan Telinga di Lapangan