Di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (14/1) pagi itu, suasana terasa berbeda. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melepas lebih dari seribu tarunanya. Mereka bukan berangkat latihan, melainkan langsung terjun ke wilayah bencana di Sumatra. Langkah KKP ini langsung dapat apresiasi dari Mendagri Tito Karnavian yang hadir dalam acara tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Menteri KKP, Bapak Wamen, karena ini sangat berguna sekali,” ujar Tito.
Ia, yang juga menjabat Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatra, tahu betul situasi di lapangan masih berat. Sejak akhir November 2025, tiga provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar dihantam bencana hidrometeorologi. Dampaknya luas sekali. Korban jiwa, infrastruktur hancur, fasilitas umum rusak, belum lagi sektor pertanian dan perikanan yang terpukul.
Pemerintah pusat sudah bergerak cepat. Atas arahan Presiden, mobilisasi nasional dilakukan dengan melibatkan banyak pihak: kementerian, TNI, Polri, BNPB, sampai Basarnas. Hasilnya, beberapa daerah mulai menunjukkan pemulihan. Tapi, masih banyak titik yang butuh perhatian ekstra.
“Dalam catatan kami dari tiga provinsi ini ada 52 kabupaten/kota yang terdampak,” jelas Tito. “18 [kabupaten/kota] ada di Aceh, 18 kabupaten/kota ada di Sumatera Utara, dan 16 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Barat.”
Dari angka itu, kondisinya beragam. Ada yang sudah pulih total, ada yang separuh jalan, dan sebagian lagi masih benar-benar memerlukan kerja gotong royong yang intensif. Tantangannya pun berbeda di tiap medan.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Manuver Eggi Sudjana Justru Perkuat Soliditas Tim
Jembatan Sarinah Dibongkar Pasang, Nanti Integrasi Langsung dengan Halte TransJakarta
Nenek 80 Tahun Diperiksa 4 Jam, Ungkap Kejanggalan Peralihan Tanah dalam Hitungan Hari
Nilai Matematika 36,10: Alarm Keras bagi Pondasi Nalar Pendidikan Indonesia