Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata belum sepenuhnya tepat sasaran. Hal ini diungkapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam sebuah rapat di DPR, Selasa lalu. Masih ada kelompok masyarakat yang seharusnya mendapat bantuan, namun namanya tak tercatat dalam data.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengakui masalah ini. Menurutnya, cakupan penerima manfaat masih bisa diperluas.
"Masalahnya, banyak pesantren yang tidak terdata di Kementerian Agama padahal mereka termasuk penerima manfaat," ujar Dadan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta.
Dia melanjutkan, persoalan data ini cukup pelik. Di sisi lain, masih ada segmen rentan seperti balita dan ibu hamil yang terlewatkan. Penyebabnya beragam, salah satunya adalah status administrasi kependudukan yang tidak lengkap.
"Kemudian banyak anak-anak balita, termasuk ibu hamil dan menyusui, yang belum terdata dalam sistem. Ambil contoh anak dari pernikahan dini atau pernikahan siri. Mereka seringkali tak punya NIK," terangnya.
Artikel Terkait
Guru SD di Tangsel Diduga Cabuli 16 Murid Laki-laki Sejak 2023
Razia Lawan Arah di Lebak Bulus, Pelaku yang Sempat Murka Akhirnya Minta Maaf
Mahasiswi Ciawi Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Akibat Tekanan Ekonomi
Jaksa Agung Janji Hentikan Kasus Guru Honorer, DPR Desak Imunitas untuk Pendidik