Lalu, apa yang sebenarnya memicu kekacauan ini?
Semuanya berawal dari sebuah insiden pengeroyokan yang berakhir tragis. Dua orang mata elang atau debt collector tewas setelah dikeroyok enam anggota Yanma Polri. Mereka adalah JLA, RGW, IAB, IAM, BN, dan AM.
Motifnya konflik sepele: motor milik tersangka AM hendak ditarik paksa. Situasi pun memanas dan berujung pada kekerasan mematikan itu.
Mendengar kabar kematian rekan mereka, kawan-kawan kedua korban pun naik pitam. Mereka langsung menyerbu lokasi. Awalnya, ada dugaan bahwa warga setempat yang terlibat dalam pengeroyokan itu. Kemarahan juga muncul karena merasa warga hanya berdiam saat temannya diserang.
Amarah yang sudah membara itu akhirnya meledak menjadi kerusuhan dan pembakaran.
Saat ini, keenam anggota Yanma telah resmi ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan. Sayangnya, untuk para pelaku kerusuhan yang membakar dan merusak, belum ada satu pun yang berhasil diamankan polisi. Pencarian masih terus dilakukan.
Artikel Terkait
DJP Catat Lebih dari 8 Juta Laporan SPT Tahunan 2025 Hingga Tenggat
Timnas Futsal Indonesia Umumkan 19 Pemain untuk Persiapan ASEAN Championship 2026
Pemerintah Gandeng Ansor Jateng Garap Program Brigade Pangan
Gua Andulan di Luwu: Situs Pemakaman Adat yang Menyimpan Sejarah dan Tantangan