Kalau kita buka kitab Syamail, ada gambaran menarik soal gaya rambut Rasulullah ﷺ. Panjangnya ternyata nggak selalu sama. Kadang beliau memeliharanya hingga menyentuh telinga, yang disebut wafrah. Di waktu lain, rambut itu dibiarkan lebih panjang lagi, tapi belum sampai ke pundak itulah yang dinamakan limmah. Bahkan, ada saatnya beliau membiarkannya tumbuh hingga mencapai pundak, atau yang dikenal sebagai jummah.
Nah, yang bikin heran justru datang dari riwayat lain. Dalam Sahih Muslim disebutkan, istri-istri Nabi ternyata memotong rambut mereka hingga sepanjang wafrah.
Lho, bukankah rambut bagi wanita itu mahkota? Kenapa justru dipotong pendek?
Fadhilatusy Syaikh Zakariyya Ath-Thalib punya catatan menarik soal ini. Beliau menjelaskan, tindakan para Ummul Mukminin itu bukan tanpa alasan. Salah satu alasan utamanya adalah bentuk penghormatan yang sangat mendalam kepada Nabi ﷺ.
"Mereka begitu mencintai dan menghormati Rasulullah," begitu kurang lebih penjelasan beliau, "hingga mereka enggan rambutnya melebihi panjang rambut beliau."
Jadi, itu lebih soal adab dan cinta, bukan sekadar gaya. Mereka menempatkan rasa hormat di atas perhiasan lahiriah.
Wallahu a’lam.
(Ustadz Muhammad Laili Al-Fadhli)
Artikel Terkait
Kisah Ibu di Bone yang Tak Pernah Lelah Berdoa, Kini Anaknya Jadi Menteri Sukseskan Swasembada Beras
Polisi Bekuk Komplotan Pembobol Rumah Lintas Provinsi, Incar Rumah Kosong dengan Ciri Lampu Teras Menyala
Garuda Muda Kalahkan China 1-0 di Laga Perdana Piala Asia U-17 2026
Arsenal Vs Atletico Madrid: Laga Penentuan Tiket Final Liga Champions di Emirates