"Biaya perawatan seluruh korban ditanggung oleh kami (BGN), dan mereka ditempatkan di Kelas 1 (RSUD) semua," tegasnya.
Di sisi lain, ada kekhawatiran program MBG bakal terganggu. Namun Sony membantah. Menurutnya, insiden ini sama sekali tidak menghambat operasional di lapangan. Distribusi makanan untuk penerima manfaat tetap berjalan seperti biasa.
Namun begitu, BGN tak tinggal diam. Mereka langsung menggelar evaluasi internal yang menyeluruh. Prosedur, mekanisme lapangan, SOP distribusi, hingga pengawasan harian semua ditinjau ulang. Tujuannya jelas: mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
"Secara internal BGN melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah terulangnya peristiwa," katanya lagi.
Berdasarkan data terakhir, korban luka-luka mencapai 21 orang. Lima orang dirawat di RSUD Koja, sementara enam lainnya dibawa ke RSUD Cilincing. Situasi mereka terus dipantau.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral