Senin pagi itu, sekitar pukul sembilan, suasana di jalur pendakian Aik Berik, Gunung Rinjani, berubah jadi mencekam. Seorang pendaki dilaporkan terjatuh dan meninggal dunia di tempat.
Korban diketahui bernama Ilmi Cahyadi, baru berusia 18 tahun. Ia berasal dari Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. Menurut sejumlah saksi, teman satu pendakiannya menyaksikan langsung tragedi nahas tersebut.
Astekita Ardi, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TN Gunung Rinjani, mengonfirmasi hal ini.
"Yang bersangkutan melihat langsung kejadian saat korban terjatuh dan meninggal dunia,"
ujarnya lewat siaran pers Kamis lalu. Informasi awal soal insiden ini ternyata diterima pihak berwenang dari Arifin, ayah korban.
Melalui Jalur yang Dilarang
Lebih lanjut Ardi membeberkan, perjalanan Ilmi dan rombongannya sebenarnya sudah dimulai sejak Minggu pagi. Mereka mulai mendaki sekitar pukul enam. Sayangnya, pendakian itu dilakukan lewat jalan yang salah.
"Secara ilegal melalui jalur tidak resmi, jalur pendakian Selteng,"
tandasnya. Pilihan itu rupanya berujung petaka.
Proses Evakuasi yang Melelahkan
Jenazah Ilmi Cahyadi baru berhasil dievakuasi pada Rabu malam. Prosesnya tentu tidak mudah, mengingat medan yang sulit dan waktu kejadian.
Gde Agus Mastika, yang menjabat sebagai Pj Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi di balai tersebut, menjelaskan detailnya.
"Pukul 22.50 WITA, korban dibawa turun hingga ke pintu masuk Air Terjun Benang Kelambu, dan dilakukan serah terima kepada pihak keluarga yang diwakili oleh Kepala Desa Setiling,"
kata Agus. Sebuah akhir perjalanan yang pilu di kaki gunung yang megah itu.
Artikel Terkait
Jepang Hajar Tunisia 4-0, Samurai Biru Kokoh di Puncak Grup F Piala Dunia 2026
Polisi Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Makassar, Enam Orang Ditetapkan sebagai Tersangka
Polrestabes Makassar Amankan 52 Orang dalam Penggerebekan Judi Sabung Ayam, Enam Tersangka Termasuk Pengacara
Bayi Sindrom Down Dibuang di Kardus, Ibu Kandung Ditangkap Polisi