Gambar ini saya temukan di TikTok, diunggah oleh seorang sesama pengguna yang berbagi cerita. Kisahnya tentang pernikahan beda agama di awal 2025, yang akhirnya berujung perceraian di ruang sidang yang sama seperti di foto.
Pernikahannya dulu digelar di gereja, dengan gaun putih nan anggun. Uniknya, resepsinya justru diadakan di sebuah gedung, dan sang mempelai wanita mengenakan jilbab yang cantik.
"Konsepnya nasi campur, semua dicampur, yang penting aku suka," tulisnya disertai emoji tertawa. Tapi rupanya, kisah bahagia itu tak berlangsung lama.
Foto yang dibagikan jelas menunjukkan ruang sidang Pengadilan Negeri bisa dikenali dari jubah hakim berwarna merah yang dikenakan. Nah, ini poin pentingnya. Kenapa di Pengadilan Negeri, bukan Pengadilan Agama?
Jawabannya sederhana: pernikahan mereka dulu dicatatkan sebagai pernikahan Kristen. Di Indonesia, Pengadilan Agama hanya berwenang menangani perceraian dari perkawinan yang dilangsungkan secara Islam. Jadi, logikanya mengikuti pencatatan awal.
Di sisi lain, sistem pencatatan sipil kita sebenarnya tidak punya kolom untuk "pernikahan beda agama." Itu fakta yang sering bikin pusing banyak pasangan. Alhasil, pencatatan akhirnya disesuaikan dengan prosesi pernikahan yang dipilih.
Kalau akadnya di gereja, ya dicatat Catatan Sipil sebagai pernikahan Kristen. Kalau di pura, ya dicatat sebagai pernikahan Hindu. Begitu seterusnya. Praktiknya memang begitu, meski kerap menimbulkan dilema.
Buat yang masih kepikiran untuk menikah beda agama dan berencana mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi, sebaiknya pikir ulang. Peluang ditolaknya sangat besar.
Alasannya kembali ke dasar negara. Pasal 1 UUD 1945 menyatakan Indonesia berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa.
Negara kita bukan negara agama, tapi punya kewajiban melindungi dan mengatur tata cara beragama yang diakui. Selama agama yang bersangkutan melarang pernikahan beda keyakinan, ya negara tidak bisa serta-merta mencabut larangan itu. Posisinya cukup jelas, meski bagi sebagian orang terasa menyulitkan.
(AL FATIN)
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu