Kekayaan Bupati yang Terjaring OTT KPK Tembus Rp12,8 Miliar
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Ardito Wijaya berbicara cukup jelas. Bupati Lampung Tengah yang baru saja diamankan KPK dalam sebuah operasi tangkap tangan itu tercatat memiliki kekayaan senilai Rp12,85 miliar. Angka tepatnya, Rp12.857.356.389.
Dokumen itu dilaporkan ke KPK pada 10 April 2025 lalu. Statusnya adalah laporan khusus awal menjabat dan sudah diverifikasi secara administratif. Jadi, ini adalah potret kekayaannya tak lama setelah dia menduduki kursi bupati.
Nah, kalau dilihat, sumber kekayaannya didominasi oleh properti. Hampir semua hartanya tersimpan dalam bentuk tanah dan bangunan, dengan total nilai yang fantastis: Rp12,035 miliar. Semua aset itu terletak di Lampung Tengah dan diklaim sebagai hasil jerih payahnya sendiri.
Rinciannya cukup mencengangkan. Ada lima bidang properti yang dilaporkan. Satu bidang seluas 4.661 meter persegi dihargai Rp5 miliar. Lalu ada lagi yang 340 meter persegi bernilai Rp2,285 miliar, dan sebidang tanah 250 meter persegi senilai Rp2,5 miliar. Dua bidang lainnya, masing-masing seluas 4.581 meter persegi (Rp2 miliar) dan 2.500 meter persegi (Rp250 juta), melengkapi portofolio propertinya.
Di luar tanah dan bangunan, Ardito juga punya kendaraan. Total nilai alat transportasi dan mesin yang dia miliki mencapai Rp705 juta. Yang tercatat adalah sebuah Toyota Fortuner 2017 (Rp357 juta), sebuah Honda CR-V 2018 (Rp345 juta), dan satu unit sepeda motor Suzuki tahun 2011 yang harganya Rp3 juta.
Untuk uang tunai atau setaranya, dia melaporkan Rp117,3 juta. Yang menarik, dalam LHKPN itu dia sama sekali tidak mencantumkan kepemilikan surat berharga, harta bergerak lain, atau bahkan utang. Bersih.
Sementara itu, kasusnya sendiri mulai bergulir. Ardito diamankan KPK pada Rabu malam (10/12) dan langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta Selatan.
Operasi ini diduga kuat terkait dengan praktik suap dalam proses pengesahan RAPBD Lampung Tengah. Ironisnya, Ardito bahkan belum genap setahun menduduki jabatannya sebagai bupati ketika dia terjaring operasi KPK ini.
Momen yang singkat, namun meninggalkan catatan kekayaan yang panjang.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu