Api melalap kantor Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa lalu. Peristiwa tragis ini menewaskan puluhan karyawan. Human Resource Business Partner perusahaan itu, Umaidi Suhari yang akrab disapa Umay mengungkapkan bahwa mereka baru menempati gedung tersebut sejak tahun 2023.
“Kurang lebih kami sudah 2 tahun. Sejak awal kami mengakuisisi perusahaan lokal,” ujar Umay saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Rabu (10/12).
Dia menegaskan bahwa pihaknya hanya menyewa gedung berlantai enam itu. Di dalamnya, fasilitas seperti lift dan tangga biasa digunakan para pegawai untuk berpindah lantai.
“Di dalamnya kami ada lift, kami juga ada tangga, tapi memang pada saat itu keadaan benar-benar di luar kontrol kita semua, teman-teman ya,” katanya dengan nada berat.
“Saat ini kami masih sewa,” lanjutnya.
Menurut Umay, fokus utama sekarang adalah memulihkan kondisi psikologis keluarga korban yang ditinggalkan. Di sisi lain, perusahaan juga akan menunggu hasil penyelidikan kepolisian untuk mengungkap akar penyebab kebakaran.
“Kami enggak ingin ada beberapa hal yang dirugikan di kejadian ini. Sekali lagi teman-teman mohon untuk doanya ya, untuk teman-teman kita yang sudah mendahului ya. Kita akui mereka sangat baik-baik sekali ya,” tuturnya.
Berdasarkan informasi terakhir, korban jiwa mencapai 22 orang. Seluruhnya telah teridentifikasi dan jenasahnya diserahkan oleh RS Polri Kramat Jati kepada keluarga masing-masing.
Sementara dari pemeriksaan awal, dugaan kuat kebakaran dipicu oleh baterai drone yang meledak di lantai satu. Polisi masih mendalami kasus ini. Sudah delapan saksi diperiksa, termasuk jajaran HRD dan manajemen perusahaan.
Artikel Terkait
Pemkot Brebes Ancam Pecat ASN yang Bolos 12 Hari Tanpa Keterangan
PTDI Klaim Pesawat N-219 Solusi Tepat untuk Konektivitas Daerah Terpencil dan Kepulauan
Polda Kepri Bongkar Impor Ilegal Ratusan Pakaian dan Sepatu Bekas Asal Singapura, Tiga Tersangka Diamankan
BEM SI Tinjau Langsung Gudang Bulog, Stok Beras Nasional Capai Rekor 5,2 Juta Ton