Di sisi lain, tangis pilu juga datang dari Endang, 69 tahun. Ia duduk sendiri di depan lobi, tatapannya kosong menatap langit. Dia adalah ayah dari Ervina, salah satu korban.
Sebelumnya, Endang sempat bercerita tentang harapannya yang sederhana sekaligus mendesak. Ia ingin putrinya segera bisa dibawa pulang.
Harapan itu menggantung, sama seperti perasaan puluhan keluarga lain di sana. Mereka hanya bisa pasrah, berdoa, dan terus menunggu di bawah terik matahari yang seakan tak peduli.
Artikel Terkait
Di Balik Pencabutan Izin Pasca Banjir: Wartawan Senior Pertanyakan Agenda Terselubung
Ombak Tiga Meter, Nelayan Semarang Terjepit Antara Risiko dan Isi Perut
Tegang di Selat Taiwan, PM Jepang Ingatkan Aliansi dengan AS Bisa Runtuh
Komisi Yudisial Desak Tambahan Anggaran dan Revisi UU di Hadapan DPR