Hingga saat ini, timnya sudah memeriksa keterangan empat pegawai, termasuk perwakilan dari HRD. Langkah selanjutnya? Pemeriksaan akan merambah ke pemilik gedung dan para pelaku usaha di sana. "Penyelidikan untuk membuat terang suatu kejadian apakah ada unsur pidananya atau tidak. Jadi kita masih melaksanakan penyelidikan tersebut," tambah Roby.
Duka tentu masih sangat dalam. Insiden mengerikan itu, seperti telah diberitakan, merenggut nyawa 22 pegawai. Korban-korban jiwa tersebut telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses lebih lanjut.
Lalu, apa pemicu awalnya? Dari pemeriksaan sementara, titik masalahnya diduga berasal dari sebuah baterai drone. Benda itu dilaporkan meledak di salah satu lantai, lalu memicu amukan api yang berakhir tragis. Namun begitu, semuanya masih perlu dikonfirmasi lebih detail. Polisi masih menyusun kepingan-kepingan cerita yang lengkap.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Perairan Barat Daya Lumajang
Indef: Harga Pangan Jelang Ramadhan Lebih Stabil, Pasar Energi Masih Bergejolak
KPK Tangkap Bupati Rejang Lebong dalam OTT di Bengkulu, 12 Orang Diamankan
Marušić Cetak Gol Telat, Lazio Kalahkan Sassuolo 2-1