Sebuah video yang beredar di media sosial benar-benar menyita perhatian. Rekaman itu memperlihatkan pemandangan yang sukar dipercaya: ratusan, bahkan mungkin ribuan, mobil berjejer rapi di sekitar Sport Center Aceh Tamiang. Yang membuatnya mencekam, mobil-mobil itu diduga masih berisi jenazah korban banjir yang tak sempat menyelamatkan diri.
Video yang diunggah akun @wajahlangsa ini seolah mengonfirmasi pernyataan Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf, beberapa waktu lalu. Gubernur memang pernah menyebut ada lokasi dengan banyak mobil berisi korban meninggal. Nah, inilah lokasi yang dimaksud.
Aroma yang Menyengat dan Pintu yang Terkunci
Menurut keterangan dalam video, aroma jenazah di lokasi itu sudah sangat menyengat. Sangat kuat, sampai-sampai menembus ke dalam mobil orang yang sekadar melintas. Korban banjir sebelumnya diperkirakan mengira area itu lebih tinggi dan aman untuk berlindung. Tapi ternyata salah. Derasnya arus akhirnya menenggelamkan tempat itu juga.
Proses evakuasi pun terhambat. Pintu-pintu mobil yang terkunci rapat membuat warga kesulitan untuk bertindak sendiri.
“Kenapa belum dievakuasi, mungkin pintu-pintu mobil ini terkunci dan sangat butuh kekuatan, karena jumlahnya ratusan bahkan ribuan, aromanya menembus mobil kami saudaraku,” ujar pengunggah video.
Ia menambahkan dengan nada harap, “Semoga segera ditangani. Warga tidak ada yang berani, karena tidak habis-habis mobilnya.”
Desakan Warganet: Presiden Harus Turun Tangan
Pemandangan mengerikan itu memicu gelombang protes di dunia maya. Banyak warganet yang meragukan kemampuan pemerintah daerah menangani evakuasi dalam skala sedemikian besar. Mereka mendesak pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk segera turun tangan.
“Coba jelaskan gimana cara mengevakuasi mayat2 itu klw pemerintah pusat hanya membebankan pemda utk menanganinya?? Cepatlah bergerakk pak, turunkan tim2 bapak, lakukan tanggungjawab dan kewajiban bapak sebagai presiden!! @prabowo,” tulis seorang pengguna.
“TOLONG LAH PAK @prabowo MAW SAMPAI KAPAN INI DIBIARKAN BEGITU SAJA..UDAH 10 HARI PAK,” desak warganet lainnya.
Ada juga yang menyoroti soal status bencana. Seperti akun tm_much yang berpendapat, penetapan status bencana nasional akan mempercepat aliran bantuan dan penanganan.
Pengakuan Pilu Sang Gubernur
Kondisi tragis ini sebenarnya sudah diungkapkan Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf atau yang akrab disapa Mualem. Dalam sebuah rapat, ia menggambarkan situasi mengerikan yang ia saksikan.
“Itu jalan Tamiang, Langsa sampai Tamiang, mobil tengah jalan, apa yang terjadi pak, semua mayat dalam mobil, dan bau, ternyata semua dalam mobil, mayat,” kata Mualem dengan nada pilu.
Ucapannya itu kini menemukan buktinya dalam video viral tersebut. Sebuah potret duka yang masih menunggu penyelesaian.
Artikel Terkait
118 BEM Nusantara Dialog Langsung dengan Mentan, Bahas Swasembada Pangan hingga Koperasi Desa
Calon Jemaah Haji Asal Mamuju Meninggal di RS Wahidin Sesaat Sebelum Diberangkatkan ke Tanah Suci
Mahfud MD Ungkap Sembilan Kultur Buruk di Polri, Kekerasan hingga Korupsi Jadi Sorotan Utama
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Sulsel Berpotensi Hujan Sedang pada Kamis