Makan Bergizi Gratis Tak Hanya untuk Anak Sekolah, UMKM pun Ikut Bangkit

- Selasa, 09 Desember 2025 | 10:18 WIB
Makan Bergizi Gratis Tak Hanya untuk Anak Sekolah, UMKM pun Ikut Bangkit

Usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis lalu, Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang buka suara. Ia bicara panjang lebar soal dampak nyata Program Makan Bergizi Gratis, yang ternyata tak cuma dirasakan anak sekolah. Pelaku UMKM, terutama di lapangan, ikut merasakan geliatnya.

“UMKM di bidang pertanian, peternakan. Lalu, ya pertanian, peternakan lah ya utamanya,” ujar Nanik di Jakarta Pusat.

Menurutnya, angin segar untuk usaha kecil ini bahkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang tembus 5,034 persen. “Nah, itu banyak didorong oleh faktor MBG,” tegasnya.

Ia lalu menyitir laporan lembaga internasional. Nilai ekonomi dari rantai hilir pangan, katanya, sungguh luar biasa.

“Kemudian Bank Dunia, PBB malah mengatakan juga bahwa dari sepiring nasi itu nilainya di hilirnya bisa sampai 385.000, berarti value effect-nya kan luar biasa. Nah, itu. Insyaallah lah kalau ini jalan semua, MBG ya, 7%-8% pertumbuhan akan bisa tercapai,” sambung dia penuh keyakinan.

Di lapangan, ceritanya mulai terlihat. Sektor pertanian dapat napas baru. Bayangkan saja, dapur-dapur MBG butuh pasokan sayur, buah, dan bahan segar setiap hari tanpa henti. Permintaan yang stabil seperti ini tentu jadi angin surga bagi petani. Pasar jelas, harga pun punya peluang untuk tak mudah anjlok.

Hal serupa terjadi di peternakan. Mulai dari unggas, ikan, sampai sapi. Protein hewani untuk menu harian harus ada terus. Banyak peternak kecil yang biasanya cuma jualan di sekitar kampung, kini bisa mengirimkan produk mereka ke dapur MBG di wilayahnya. Skalanya langsung melebar.

Namun begitu, Nanik menyebut ini baru permulaan. Pemerintah punya rencana lebih jauh untuk memastikan manfaat program ini benar-benar mengalir ke pelaku usaha kecil. Caranya? Melalui regulasi baru yang bakal melibatkan mereka secara lebih intens.

“Kita larang lho pabrikan nanti untuk menjadi, apa namanya, supplier. Jadi semua misalnya biskuit lah atau apa itu, semua sekarang harus dibuat oleh UMKM, dibuat oleh PKK setempat,” terangnya.

Aturan tegas ini rencananya akan dicantumkan dalam Peraturan Presiden yang sedang disiapkan. Intinya, bahan produksi dari pabrik besar pelan-pelan akan disingkirkan dari rantai pasok MBG.

“Jadi enggak, kalau dulu masih ada dari pabrik-pabrik besar nanti tidak ada lagi. InsyaAllah itu, itu masuk dalam Perpres nanti, dalam Perpres keluar antara lain itu bahwa tidak ada lagi bahan pabrikan yang digunakan untuk MBG,” tandas Nanik menutup pembicaraan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar