Arteta Panggil Pemain Usai Kekalahan: Ini Momen Kita, Mari Nikmati

- Rabu, 28 Januari 2026 | 12:00 WIB
Arteta Panggil Pemain Usai Kekalahan: Ini Momen Kita, Mari Nikmati
Laporan dari London

LONDON Kekalahan dari Manchester United pasti terasa pahit. Tapi Mikel Arteta tak membiarkan suasana muram berlama-lama di ruang ganti Arsenal. Tak lama setelah pertandingan, sang pelatih langsung mengumpulkan anak asuhnya. Banyak yang menyebutnya sebagai "rapat darurat".

Intinya? Menurunkan tensi. Arteta mengaku memanggil para pemain untuk sekadar bertemu, melepas penat, dan mencoba meredakan ketegangan yang jelas terasa. Ia bahkan punya pesan khusus buat suporter The Gunners yang mungkin sedang cemas: mari kita nikmati proses ini bersama-sama.

Memang, hasil di Emirates Stadium hari Minggu itu cukup membuat jantung berdebar. Arsenal tumbang 2-3. Itu tamparan keras bagi upaya mereka meraih gelar Liga Premier, apalagi dalam tiga laga terakhir mereka cuma mengumpulkan dua poin dari sembilan yang bisa diraih.

Tapi, kalau dilihat dari tabel klasemen, situasinya belum terlalu suram. Arsenal masih kokoh di puncak dengan keunggulan empat poin. Jadwal pun masih padat. Rabu ini, misalnya, mereka akan menjamu Kairat Almaty di Liga Champions sebuah laga yang berpeluang menjaga rekor sempurna mereka di Eropa sejauh ini.

Belum lagi mereka masih bertahan di dua kompetisi piala domestik. Jadi, meski tersandung, jalan masih panjang.

"Reaksi setelah pertandingan melawan United sebenarnya bagus," kata Arteta.

"Kami menyisihkan waktu di hari Senin untuk menenangkan suasana, berhenti sejenak, merenung, dan mengajukan dua pertanyaan penting," ujarnya lagi.

"Pertama, 'Bagaimana perasaan kita? Bagaimana perasaan saya pribadi?' Lalu yang kedua, 'Bagaimana kita ingin menjalani empat bulan ke depan?'"

Menurutnya, tak ada yang perlu dikhawatirkan berlebihan. "Hasil dari diskusi itu justru menggembirakan. Sederhana saja," jelas pelatih asal Spanyol itu.

Intinya, Arteta berusaha membangkitkan lagi semangat skuadnya. Ia menekankan bahwa posisi mereka saat ini masih bersaing di empat front adalah sebuah hak yang telah diperjuangkan, bukan hadiah cuma-cuma.

"Kita punya hak untuk berada di posisi bagus di empat kompetisi. Dan dalam empat bulan ke depan, kita akan hidup dan bermain dengan penuh kegembiraan. Dengan nyali besar dan keyakinan bahwa kita bisa menang," tegas Arteta.

"Itulah pola pikir yang akan kita pegang. Dan saya harap semua orang yang terhubung dengan klub ini, terutama para pendukung, ikut serta. Karena beginilah cara kita akan menjalani bulan-bulan mendatang. Kita pantas menikmatinya," tambahnya.

Namun begitu, Arteta membantah kalau rapat itu adalah reaksi panik. Ia bersikeras bahwa pertemuan rutin seperti itu sudah diagendakan jauh-jauh hari.

"Kami melakukannya setiap tiga atau empat minggu sekali. Penting untuk memahami realita versus perspektif. Kadang kamu harus lihat pakai mikroskop, kadang pakai teleskop. Intinya, lihat semuanya dengan jernih," paparnya.

"Saya bilang ke mereka betapa hebatnya mereka. Betapa bersyukurnya kami bisa berbagi hari-hari bersama. Dan yang penting, pastikan kita menikmati ini semua dengan keyakinan penuh. Ini momen kita, dan kita sangat menginginkannya," lanjut Arteta.

Fakta sejarah memang sedikit mengganggu. Arsenal sudah tiga musim berturut-turut jadi runner-up. Gelar liga terakhir mereka bahkan 22 tahun yang lalu. Bekas luka itu kadang masih terasa, terlihat dari beberapa cemoan dan peluit yang melayang usai laga kontra United.

Ditanya apakah bayangan masa lalu bisa memengaruhi pikiran suporter, Arteta mengakui kemungkinannya. "Bisa saja. Tapi kita tidak bisa mengendalikan itu," katanya.

"Apa yang terjadi dulu harus jadi pelajaran berharga untuk masa depan. Makanya saya ajak mereka semua ikut serta karena ini akan menyenangkan. Semangat, keyakinan, energi, dan kemauan keras adalah modal untuk meraih mimpi. Kami akan berikan segalanya," tandasnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar