Kekalahan 2-3 dari Manchester United di Emirates Stadium pasti terasa pahit. Mikel Arteta mengakuinya. Tapi, pelatih Arsenal itu tak butuh waktu lama untuk bertindak. Esok harinya, ia sudah mengumpulkan seluruh skuadnya dalam sebuah pertemuan tertutup. Tujuannya jelas: meredam emosi dan ketegangan yang mungkin muncul, sekaligus mengajak semua pihak, termasuk suporter, untuk tidak panik.
Memang, hasil itu membuat langkah The Gunners tersendat. Cuma dua poin yang berhasil dikumpulkan dari tiga laga terakhir di Premier League. Situasi yang bisa bikin was-was.
Namun begitu, posisi mereka di puncak klasemen belum benar-benar goyah. Keunggulan empat poin dari pesaing terdekat masih mereka pegang. Dan kalau dilihat lebih luas, peluang Arsenal musim ini sebenarnya masih terbuka lebar. Di Eropa, mereka akan menghadapi Kairat Almaty dengan target menjaga rekor sempurna. Di Piala Carabao, mereka unggul agregat atas Chelsea dan hampir pastikan tiket final. Belum lagi Piala FA yang masih mereka jalani. Jadi, masih banyak yang bisa diperjuangkan.
Arteta sendiri menjelaskan, pertemuan internal itu lebih tentang menenangkan suasana dan menyelaraskan kembali visi ke depan.
“Respons para pemain setelah pertandingan melawan United sangat bagus. Kami sengaja meluangkan waktu untuk menurunkan ketegangan, berhenti sejenak, lalu merenung,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, sang pelatih mengajukan dua pertanyaan sederhana namun mendasar kepada anak asuhnya.
“Pertama, bagaimana perasaan kami saat ini. Kedua, bagaimana kami ingin menjalani empat bulan ke depan,” tutur Arteta.
Dan jawaban yang didapat justru membuatnya lega, bahkan optimis. Ia melihat kematangan mental dan tekad baja dari para pemain untuk menyelesaikan musim dengan cara terbaik.
“Kami sudah bekerja keras hingga pantas berada di posisi yang bagus di empat kompetisi. Empat bulan ke depan akan kami jalani dengan semangat, keberanian, dan keyakinan untuk menang,” tegasnya dengan nada meyakinkan.
Di sisi lain, Arteta juga tak lupa menyebut peran suporter. Ia meminta dukungan penuh dan energi positif dari mereka untuk menghadapi fase krusial ini.
“Saya ingin semua yang terhubung dengan klub ini, terutama para pendukung, berjalan bersama kami. Ini cara kami menjalani empat bulan ke depan, dan kami pantas berada di situasi ini,” katanya.
Pertemuan itu, menurutnya, bukan sekadar reaksi spontan atas satu kekalahan. Rapat semacam itu rutin digelar setiap tiga atau empat pekan sekali. Tujuannya agar seluruh tim punya perspektif yang jernih, tidak tenggelam dalam euforia maupun kekecewaan sesaat.
“Kami harus melihat semuanya dengan jelas, baik dari jarak dekat maupun secara menyeluruh. Itu penting agar tidak kehilangan arah,” jelas pelatih asal Spanyol itu.
Di akhir pembicaraan, Arteta kembali menegaskan kepercayaannya yang besar pada skuadnya. Ia memuji dedikasi mereka dan meyakinkan bahwa peluang meraih gelar masih sangat nyata.
“Saya katakan kepada mereka betapa luar biasanya mereka dan betapa bersyukurnya kami bisa bekerja bersama setiap hari. Kami ingin menikmati momen ini dengan keyakinan bahwa gelar juara bisa kami raih. Ini adalah waktu kami, dan kami benar-benar menginginkannya,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Prancis Kalahkan Indonesia 4-1, untuk Pertama Kalinya Tim Merah Putih Gagal Lolos dari Fase Grup Piala Thomas
Herdman Coret Empat Pemain Andalan Shin Tae-yong dari TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026
Indonesia Gagal Total di Fase Grup Piala Thomas 2026, Ulangi Rekor Buruk 14 Tahun Lalu
Ducati Buru Solusi Aerodinamika Usai Marc Marquez Jatuh di MotoGP Spanyol