Hanya tinggal dua minggu lagi sebelum hari bahagianya tiba. Namun, bagi Miftahul (29), perasaan itu kini tercampur dengan kepanikan dan kekecewaan yang mendalam. Calon pengantin ini menjadi salah satu korban dari dugaan penipuan wedding organizer (WO) yang menjanjikan promo menarik. "Mereka selalu bilang, 'Kak ada promo nih, Kak,'" kenangnya. Itulah salah satu alasan yang membuatnya memilih WO tersebut.
Kini, uang senilai Rp 98.200.000 yang telah ia bayarkan lunas, raib begitu saja.
"Aku udah full payment. Rp 98.200.000," ujar Miftahul dengan suara lirih saat ditemui di Polres Metro Jakarta Utara, Senin (8/12).
Ia menjelaskan, DP pertama 50% dibayar pada 27 April 2025, lalu pelunasan menyusul di akhir November. "Kita selalu bayar pakai promo. Kemudian kita pelunasan di 30 November."
Memang, pihak WO punya aturan ketat: pelunasan maksimal satu bulan sebelum acara. Miftahul patuh. Tapi siapa sangka, setelah uang itu ditransfer, segalanya berubah. "Udah nabung lama, udah bayar lunas. Tapi tahunya, hilang gitu aja duitnya. Pasti syok gitu kan," keluhnya.
Dilemanya bertambah. Tabungan cadangan yang ia siapkan ternyata tak cukup untuk mencari pengganti WO dalam waktu yang sangat mepet. "Kita nge-spare duit cadangan juga nggak sebanyak itu," akunya. Harapannya agar uangnya kembali pun masih samar. "Jujur aja, belum jelas kepastiannya gimana."
Artikel Terkait
Gelombang Mundur di OJK dan BEI, Isu Free Float Diduga Jadi Pemicu
Kaesang Menangis di Panggung Rakernas, Janjikan PSI Akan Jadi Partai Besar
Botol Pink Kosong dan Misteri N2O dalam Kasus Lula Lahfah
Polisi Ungkap Kronologi Terakhir Lula Lahfah, dari Kafe hingga Ditemukan Meninggal