Banjir memang telah menyapu rumah mereka. Lumpur memenuhi setiap sudut, merusak banyak barang berharga. Namun begitu, di tengah semua kehancuran itu, tabungan yang dikumpulkan bertahun-tahun dengan susah payah justru bertahan. Sebuah titik terang di hari yang begitu kelam.
Reaksi warganet pun berdatangan. Kolom komentar dipenuhi ungkapan haru dan rasa terharu. Banyak yang menyebut ini seperti "pertolongan kecil dari Tuhan" di kala musibah besar melanda. Ada yang bilang, niat tulus untuk ibadah memang selalu punya caranya sendiri untuk dilindungi.
Video itu pun terus dibagikan ulang, disertai doa dan dukungan untuk pasangan tersebut. Yang membuat banyak orang tersentuh adalah ekspresi mereka. Meski rumah porak-poranda, masih ada senyum kecil, pelukan erat pada tas itu, dan ucapan syukur yang tulus.
Di tengah gemuruh berita bencana yang kerap membuat kita putus asa, momen sederhana ini mengingatkan satu hal: harapan bisa saja tersembunyi di tempat yang tak terduga. Ia bertahan, bahkan ketika segalanya tampak runtuh. Bagi pasangan itu, dan mungkin bagi banyak yang menyaksikan, tabungan haji itu lebih dari sekadar uang. Itu adalah cita-cita, kumpulan doa, dan mimpi yang tak mau padam oleh cobaan.
Artikel Terkait
Suara Gaza yang Tak Bisa Dibungkam: Mosab Abu Toha dan Seruan untuk Menentukan Nasib Sendiri
Harta Rp 15,38 Miliar Letkol Teddy, Mayoritas dari Hibah Properti
Gus Baha Sindir Kebiasaan NU Memaksakan Dalil yang Tak Jelas Juntrungnya
Misteri Ijazah Jokowi dan Klaim Bukan Orang yang Sebenarnya