Libur panjang Natal dan Tahun Baru masih setahun lagi, tapi persiapan pemerintah sudah mulai bergulir. Mereka tak mau kecolongan. Menghadapi gelombang besar perjalanan warga baik untuk mudik maupun sekadar liburan skema pengamanan dan pelayanan pun mulai disiapkan dari sekarang.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan survei untuk memetakan pola pergerakan masyarakat saat Nataru nanti. Dari situ, gambaran soal puncak arus mudik dan balik sudah mulai jelas.
"Puncak perjalanan diperkirakan terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025 untuk arus keberangkatan, dan Jumat, 2 Januari 2026 untuk arus balik atau kepulangan,"
kata Dudy dalam rapat dengan Komisi V DPR di Senayan, Jakarta, Senin lalu.
"Tanggal-tanggal ini selanjutnya akan menjadi fokus pembatasan lalu lintas, penambahan layanan, dan pengaturan operasional transportasi,"
tambahnya.
Menariknya, mayoritas responden survei ternyata memilih berangkat di pagi hari. Tepatnya, antara pukul tujuh sampai hampir pukul sepuluh pagi. Pola yang sama juga terlihat untuk arus balik di tanggal 2 Januari. Artinya, terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan harus siap siaga di jam-jam tersebut.
Nah, soal rute, survei ini juga memberikan gambaran yang cukup detail. Pengendara motor, misalnya, diprediksi akan membanjiri jalur-jalur arteri. Sekitar 5,84 juta orang atau 26,54 persen diperkirakan melintas, dengan titik-titik rawan terkonsentrasi di Jawa Timur seperti Mojokerto, Jombang, hingga Malang.
Di sisi lain, pengguna mobil lebih memilih jalan tol. Dan konsentrasi terbesarnya, tidak mengejutkan, ada di ruas Bandung-Cikampek-Bogor. Angkanya mencapai 53,79 persen atau setara dengan 27,5 juta orang. Bayangkan saja kemacetannya.
"Sehingga, baik jalur arteri maupun jalur tol, potensi kemacetan pada beberapa titik rawan perlu diantisipasi melalui rekayasa lalu lintas dan penambahan fasilitas layanan atau peristirahatan,"
ucap Dudy menegaskan.
Jadi, meski waktunya masih lama, ancaman macet dan kepadatan sudah terlihat di depan mata. Persiapan matang, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga penyediaan fasilitas tambahan, jelas bukan lagi opsi, melainkan sebuah keharusan.
Artikel Terkait
AC Milan vs Juventus Imbang Tanpa Gol, Peluang Liga Champions Terancam
Inter Milan Gagal Pertahankan Keunggulan Dua Gol, Ditahan Imbang Torino 2-2
Gubernur Sulsel Groundbreaking Jalan 141 Kilometer Buka Isolasi Wilayah Seko di Luwu Utara
Lille Kalahkan Paris FC 1-0 Lewat Penalti, Kokoh di Papan Atas Ligue 1